PONTIANAK POST - Ketua DPRD Ketapang, Achmad Sholeh, melantik Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Paguyuban Jawa Kecamatan Sungai Laur masa bakti 2025–2030. Pelantikan berlangsung pada Minggu (2/11). Pelantikan itu menandai terbentuknya wadah resmi warga Jawa di Sungai Laur sebagai sarana memperkuat silaturahmi, koordinasi sosial, serta dukungan terhadap pembangunan daerah.
Sholeh yang juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Jawa Ketapang mengapresiasi seluruh tokoh yang menginisiasi pembentukan paguyuban, terutama Sunaryo, tokoh senior yang disebut terus memperjuangkan terbentuknya organisasi hingga ke kediaman dirinya di Ketapang.
“Perjuangan panjang ini akhirnya terwujud. Paguyuban Jawa Sungai Laur bukan proses mendadak, tetapi lahir dari tekad untuk menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, dan ikut membangun daerah," kata Sholeh.
Sholeh menegaskan komitmen Paguyuban Jawa mendukung persatuan antaretnis sebagai kekuatan sosial Kabupaten Ketapang.
Baca Juga: Langgar Norma dan Adat Dayak, PT Lestari Abadi Perkasa Terima Sanksi Adat di Ketapang
"Di Ketapang ada banyak etnis. Ada Jawa, Dayak, Melayu, Madura, Batak, Flores, dan lainnya. Kita semua keluarga besar Ketapang. Tidak boleh ada pemicu konflik. Jika ada oknum yang mengganggu ketertiban, kita sikapi bersama sesuai aturan," tegasnya.
Dia menambahkan, Paguyuban Jawa Ketapang kini memiliki 21 paguyuban lokal dan 12 DPC kecamatan, yang berperan aktif menjaga harmoni sosial.
Dia meminta seluruh pengurus dan warga Jawa untuk menjaga nama baik paguyuban.
"Jangan sampai ada yang sok, merasa menang sendiri, atau menjadi provokator. Kalau ada oknum warga Jawa yang merusak ketenteraman, lebih baik kita pulangkan ke Jawa daripada mengorbankan kedamaian bersama," pesan Sholeh.
Dia menekankan bahwa dukungan penuh Forkopimda menjadi landasan kuat menjaga ketertiban dan keharmonisan dengan mengangkat filosofi Jawa Balung Pisah, menggambarkan bagaimana paguyuban hadir untuk menyatukan warga Jawa perantau dari berbagai daerah.
Baca Juga: 44 Tim Ramaikan Turnamen Sepakbola Piala Bupati Ketapang 2025
"Walau berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, atau Jogja, di Ketapang kita adalah satu keluarga. Paguyuban ini menjadi wadah menyambung seduluran, memperkuat kebersamaan, dan bekerja sama dengan semua etnis demi kemajuan bersama," ucapnya.
Dia juga menegaskan bahwa Paguyuban Jawa hadir untuk merawat toleransi dan mendukung program pemerintah daerah. Kehadiran Paguyuban Jawa Sungai Laur diharapkan menjadi motor persatuan masyarakat serta mitra pemerintah dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan wilayah.
"Mari kita rawat Ketapang bersama. Kita berbeda asal, tetapi satu tujuan, yaitu Ketapang damai, maju, dan sejahtera," pungkas Sholeh.
Ketua DPC Paguyuban Jawa Kecamatan Sungai Laur terpilih, Rakhmat Kurniawan, menegaskan komitmen untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.
"Kehadiran Paguyuban Jawa di Sungai Laur bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, namun juga sebagai ruang kebersamaan untuk saling menguatkan, menjaga kerukunan, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah," ujarnya.
Dia juga berkomitmen menjadikan paguyuban sebagai penggerak kebersamaan dan sosial.
Baca Juga: Pelatihan Jurnalistik Aparatur Desa Ketapang: Satu Desa Satu Jurnalis untuk Informasi Positif
"Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh etnis untuk menjaga harmoni dan mendukung pembangunan kecamatan," tegasnya. (afi)
Editor : Hanif