Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tantangan Jurnalistik di Era Digital: Kuliah Umum AJK di STAI Al-Haudl Ketapang Bahas Etika dan Literasi Media

Ahmad Sofi • Kamis, 6 November 2025 | 12:14 WIB
PEMATERI : Ketua AJK, Theo Bernadhi, menyampaikan materi di hadapan puluhan mahasiswa KPI STAI Al-Haudl Ketapang, Selasa (4/11) malam.
PEMATERI : Ketua AJK, Theo Bernadhi, menyampaikan materi di hadapan puluhan mahasiswa KPI STAI Al-Haudl Ketapang, Selasa (4/11) malam.

PONTIANAK POST - Ketua Aliansi Jurnalis Ketapang (AJK), Theo Bernadhi, menjadi pemateri dalam kuliah umum mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang, Selasa (4/11) malam. Kegiatan bertema "Peran Mahasiswa KPI sebagai Penggerak Literasi Media dan Informasi" ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen pembimbing. Kuliah umum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman tentang dunia media, sekaligus menegaskan pentingnya etika jurnalistik di era digital.

Dalam kesempatan tersebut, Theo menyampaikan sejumlah poin, mulai dari pengertian dan fungsi jurnalistik, kode etik jurnalistik, hingga tantangan yang dihadapi jurnalis di era media modern.

"Jurnalistik bukan sekedar aktivitas menulis dan menyebarkan berita, tetapi juga mencakup tanggung jawab moral serta sosial untuk menjaga keakuratan, kejujuran, dan independensi informasi yang disampaikan kepada publik," katanya.

Dia menjelaskan, di era digital seperti sekarang, tantangan jurnalis semakin berat. Kecepatan sering kali mengalahkan ketepatan. Oleh karena itu, integritas dan pemahaman terhadap kode etik jurnalistik menjadi sangat penting. Dia juga menyoroti pergeseran pola konsumsi media di masyarakat. Di mana informasi kerap beredar tanpa proses verifikasi yang benar. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus ruang belajar bagi generasi muda agar memahami pentingnya literasi media dan informasi.

 Baca Juga: Bupati Ketapang Ajak Pemuda Tanamkan Semangat Bela Negara dan Kebangsaan

"Jurnalis adalah mereka yang berani memverifikasi informasi, menjaga independensi, dan berpihak pada kebenaran. Bukan yang tercepat memberitakan, tapi yang paling bertanggung jawab menyampaikan informasi," tegasnya.

Lebih lanjut, Theo menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berintegritas di bidang komunikasi.

"Semua bidang pekerjaan, terutama profesi jurnalistik, harus diisi SDM berkualitas. Kampus menjadi tempat lahirnya insan yang unggul dan beretika, karena aturan dan etika adalah rujukan dalam setiap pekerjaan," ungkapnya.

Theo mengajak seluruh organisasi wartawan di Ketapang untuk aktif menjadi wadah edukasi bagi anggotanya, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi media sosial, hoaks, dan ujaran kebencian.

"Saat ini bukan sekadar soal sudah terverifikasi Dewan Pers atau memegang sertifikat UKW, tapi soal pribadi yang harus memegang teguh kode etik jurnalistik. Kebebasan pers tidak boleh kebablasan. Organisasi wartawan harus menjadi tempat edukasi dan filter dari hal-hal yang merusak marwah profesi," ajaknya.

"Menjadi bagian dari dunia media berarti siap bertanggung jawab. Mahasiswa KPI harus menjadi mata dan telinga masyarakat, menyuarakan kebenaran, serta menjaga nilai-nilai etika di setiap langkah," pungkasnya. (afi)

Editor : Hanif
#tantangan #etika #kuliah umum #ketapang #jurnalistik #literasi media #Era Digital