Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

PKM Dosen Politeknik Negeri Ketapang: Optimalisasi Pemanfaatan Limbah PLTU jadi Paving Block dan Batako ECOFABA

Hanif PP • Kamis, 13 November 2025 | 10:28 WIB

 

Tim dosen Politeknik Negeri Ketapang bersama mitra usaha saat foto bersama pada pelatihan pembuatan paving block dan batako ECOFABA, Rabu (11/12/25).
Tim dosen Politeknik Negeri Ketapang bersama mitra usaha saat foto bersama pada pelatihan pembuatan paving block dan batako ECOFABA, Rabu (11/12/25).

PONTIANAK POST - Inovasi ramah lingkungan kembali lahir dari dunia pendidikan. Tim dosen Politeknik Negeri Ketapang (Politap) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Pembakaran Batubara PLTU Sukabangun sebagai Bahan Baku Pembuatan Paving Block dan Batako ECOFABA (Economical Utilization of Fly Ash and Bottom Ash)”.

Program yang didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi ini mengusung skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan total anggaran sebesar Rp 40.709.000. Kegiatan dilaksanakan di Gang Lobak, RT 05 RW 01, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, dengan menggandeng mitra usaha lokal yang bergerak di bidang produksi paving block dan batako, Rabu (12/11/25) kemarin.

Ketua pelaksana kegiatan, Sartika, menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai solusi atas permasalahan limbah industri sekaligus peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berupaya mengubah limbah pembakaran batubara menjadi produk bernilai tambah seperti paving block dan batako ECOFABA yang memiliki kualitas baik dan ramah lingkungan,” ujar Sartika.

Selain memberikan pelatihan teknis pembuatan, tim juga melakukan pendampingan dan evaluasi produksi agar mitra mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu baik. Pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) dari PLTU Sukabangun terbukti dapat menjadi bahan substitusi sebagian pasir dalam campuran, sehingga menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas.

Inovasi ini juga didukung dengan penerapan teknologi alat press modern untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi. Melalui uji kuat tekan dan pengendalian mutu, kualitas batako dan paving block yang dihasilkan dinilai lebih baik dan memenuhi standar teknis.

Mitra usaha yang terlibat menyambut program ini dengan antusias. Mereka menilai kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Selain lebih hemat bahan baku, produk yang dihasilkan juga lebih kuat dan ramah lingkungan,” ujar salah satu mitra usaha.

Dengan keberhasilan program ini, pemanfaatan limbah FABA diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pembangunan hijau dan ekonomi sirkular di Kabupaten Ketapang.

Program PKM Politeknik Negeri Ketapang ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghadirkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga berdampak positif terhadap kelestarian lingkungan. (ser/pms)

Editor : Hanif
#manfaat #tim dosen #polnep #hemat #limbah #pltu #Ramah Lingkungan