Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Proyek Penahan Abrasi Rusak Jalan dan Jembatan di Pantai Pecal, Warga Keluhkan Dampaknya

Ahmad Sofi • Sabtu, 29 November 2025 | 14:17 WIB

 

RUSAK : Jalan dan jembatan menuju Pantai Pecal, Benua Kayong, rusak akibat proyek penahan abrasi.
RUSAK : Jalan dan jembatan menuju Pantai Pecal, Benua Kayong, rusak akibat proyek penahan abrasi.

PONTIANAK POST - Warga keluhkan kerusakan jalan dan jembatan yang diakibatkan oleh proyek pengerjaan penahan abrasi di kawasan Pantai Pecal, Kecamatan Benua Kayong.

Jalan yang menuju wisata Pantai Pecal tersebut rusak parah. Selain itu, jembatan juga ikut rusak akibat mobilisasi alat berat dan kendaraan yang memuat material proyek.

Tak hanya itu, barau yang berfungsi menahan badan jalan juga hancur tak mampu menahan beban kendaraan proyek yang melintas. Masyarakat pun meminta pertanggungjawaban pelaksana proyek tersebut.

Saat ini, akibat kerusakan jalan dan jembatan yang parah, jalan tersebut ditutup dan tidak bisa dilewati. Masyarakat dipaksa untuk memutar lebih jauh menggunakan jalan lain. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas masyarakat.

"Ini bukan hanya soal susah lewat, tapi aktivitas kami benar-benar terhenti. Anak mau sekolah susah, pedagang tidak bisa mengambil barang, bahkan keluar-masuk rumah jadi lebih lama," ungkap salah satu warga yang sering melintasi jalan tersebut.

"Kami merasa dirugikan, tapi tidak ada kejelasan bentuk tanggung jawab dari pihak proyek. Apakah akan diperbaiki atau dibiarkan seperti ini. Ini sudah rusak parah," lanjutnya.

Pelaku usaha kecil di sekitar Pantai Pecal juga terdampak. Pendapatan mereka menurun drastis, karena pengunjung enggan ke Pantai Pecal karena jalan yang rusak.

Warga berharap adanya kompensasi yang jelas, baik berupa bantuan langsung maupun perbaikan fasilitas yang rusak akibat aktivitas proyek. Mereka menilai pihak desa maupun pelaksana proyek harus memberikan kepastian dan tanggung jawab atas kerugian sosial, ekonomi, dan infrastruktur yang terjadi.

Sementara itu, Kepala Desa Kinjil Pesisir, Sukandi, membenarkan bahwa jalan tersebut memang rusak parah dan telah ditutup karena rusak sulit untuk dilalui. Namun, dia belum memastikan kapan jalan dan jembatan akan diperbaiki. (afi)

 

Editor : Hanif
#Penahan #Rusak Parah #jalan #jembatan #abrasi #proyek