Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Banjir Rob Rendam Permukiman dan Rusak Bangunan Pantai Tanjung Belandang di Ketapang

Ahmad Sofi • Selasa, 9 Desember 2025 | 13:42 WIB

 

Sejumlah bangunan di Pantai Tanjung Belandang rusak diterjang air pasang laut, Senin (8/12).
Sejumlah bangunan di Pantai Tanjung Belandang rusak diterjang air pasang laut, Senin (8/12).

PONTIANAK POST - Sejumlah daerah di Ketapang diterjang rob, Senin (8/12) pagi. Tak hanya merendam permukiman warga, air pasang laut ini juga merusak bangunan yang ada di bibir pantai. Di Kota Ketapang, banjir merendam beberapa desa dan kelurahan. Di antaranya Desa Sukabangun, Kalinilam, Sampit, Sukaharja, Mulia Baru, dan Kelurahan Kantor.

Banjir di Kota Ketapang menghambat arus lalulintas. Sejumlah ruas jalan seperti di Jembatan Pawan 1, Jembatan Pawan 2, dan Jalan Merdeka terendam banjir. Sejumlah sepeda motor mogok yang memaksa menerobos banjir.

Sementara di Kecamatan Benua Kayong, beberapa desa dan kelurahan yang berada di bantaran Sungai Pawan terendam banjir. Ketinggian air bervariasi. Bahkan di beberapa titik mencapai 70 cm.

Daerah pesisir seperti Kecamatan Muara Pawan, Benua Kayong, Kendawangan, Matan Hilir Selatan dan Matan Hilir Selatan tak luput dari terjangan air pasang. Tak hanya merendam permukiman, gelombang tinggu juga merusak bangunan yang ada di bibir pantai.

Di Pantai Tanjung Belandang, Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, sejumlah bangunan di tempat wisata ini rusak. Sejumlah bangunan roboh tak mampu menahan kuatnya gelombang air laut.

Petugas dari BPBD Ketapang yang datang ke lokasi mengimbau warga untuk melakukan evakuasi diri dan tidak melakukan aktivitas di pantai sampai air kembali surut.
Salah satu warga, Usman (47), mengatakan banjir rob tahun ini tergolong cukup tinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini yang lebih parah. Tahun lalu air cuma sampai teras, tapi tahun ini sudah masuk ke dalam rumah," ungkapnya.

Dia mengaku sudah terbiasa dengan banjir rob ini. Hal yang bisa dilakukan adalah mengevakusi barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.

"Sudah biasa. Tinggal antisipasi saja jangan sampai airnya terlalu tinggi naiknya," paparnya. (afi)

Editor : Hanif
#pantai ketapang #Cuaca Ekstrem #Banjir Rob #ketapang #Gelombang Tinggi