Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

LPG Subsidi Langka Menjelang Natal, Pelaku Usaha Kecil di Ketapang Terdampak

Ahmad Sofi • Selasa, 16 Desember 2025 | 14:21 WIB
Ilustrasi Antri Gas Melon
Ilustrasi Antri Gas Melon

PONTIANAK POST - Menjelang perayaan Natal 2025, persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram kembali menjadi keluhan masyarakat di Ketapang. Warga kesulitan untuk mendapatkan LPG subsidi ini. Hal ini tentu sangat meresahkan. Selain ibu rumah tangga, kelangkaan LPS melon ini juga mengganggu pelaku usaha kecil.

Ijul, pedagang gorengan di Jalan Sepakat, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, mengaku sudah sepekan lebih kesulitan untuk mendapatkan LPG melon. Waktunya justru banyak dihabiskan untuk berkeliling mencari gas daripada melayani pembeli.

"Saya benar-benar kewalahan. Gas melon sudah lebih satu minggu ini susah dicari. Di Sepakat ini pangkalan gas banyak, tapi barangnya tidak ada untuk kami," keluhnya, kemarin (15/12).

Baginya kelangkaan gas bukan sekadar gangguan operasional, melainkan ancaman langsung terhadap sumber penghidupan. Ironi ini semakin menyesakkan karena terjadi di tengah deretan pangkalan yang justru tidak mampu menyediakan pasokan untuk warga sekitar.

Kelangkaan ini memicu spekulasi di tengah masyarakat. Banyak warga menduga ada permainan oknum yang mengalihkan pasokan gas bersubsidi ke wilayah pedalaman karena perbedaan harga yang sangat tinggi.

Di daerah pedalaman, gas melon kabarnya dapat dijual jauh di atas HET. Hal ini diduga menjadi ladang keuntungan bagi pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, momen Nataru 2026 juga dicurigai sebagai alasan terjadinya penimbunan barang oleh pengecer untuk dijual dengan harga tinggi saat permintaan memuncak.

Muncul dugaan gas 3 KG ini sengaja ditahan. Saat mendekati Natal dan Tahun Baru, oknum nakal ini akan melepas dengan harga gila-gilaan.

Kenaikan harga yang mulai terasa sejak awal Desember ditambah kelangkaan masif membuat situasi kian mendesak. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama pihak terkait untuk melakukan inspeksi mendadak ke pangkalan-pangkalan yang diduga bermain nakal.

Jika benar ada praktik pengiriman ilegal ke pedalaman atau penimbunan untuk keuntungan pribadi, maka hak subsidi warga kurang mampu di kawasan perkotaan Delta Pawan telah dirampas secara terang-terangan.

"Kami hanya menginginkan ketersediaan gas dengan harga wajar agar dapur kami sebagai masyarakat kecil ini tetap mengepul," harapnya. (afi)

Editor : Hanif
#lpg 3 kg #gas melon langka #subsidi gas #ketapang #nataru 2025