KETAPANG--Tim Peneliti Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penelitian sebagai upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan FGD ini dilaksanakan pada 22–24 Desember 2025 di lima kabupaten/kota, yakni Kapuas Hulu, Sintang, Landak, Sanggau, dan Ketapang.
Sementara untuk Zona Ketapang, kegiatan FGD telah lebih dahulu dilaksanakan pada Senin, 21 Desember 2025, bertempat di salah satu ruang pertemuan resmi Pemerintah Kabupaten Ketapang.
FGD Zona Ketapang dipimpin langsung oleh Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalimantan Barat Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Andi Musa, SH, MH, bersama Dr. H. Harjani Hefni, Lc., MA. Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban, namun tetap serius dan substantif.
Berdasarkan dokumentasi kegiatan, tampak Andi Musa menyampaikan arahan sekaligus membuka diskusi dengan menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MTQ, tidak hanya dari sisi teknis lomba, tetapi juga aspek pembinaan, manajemen, dan integritas penyelenggaraan. Ia mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan pandangan secara terbuka demi perbaikan MTQ ke depan.
Sementara itu, Dr. Harjani Hefni turut memandu jalannya diskusi dengan menggali pengalaman para peserta terkait pelaksanaan MTQ di daerah, mulai dari proses seleksi peserta, pembinaan qari dan qariah, peran dewan hakim, hingga dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Diskusi berlangsung aktif, dengan berbagai masukan konstruktif yang mengemuka dari peserta.
FGD ini diikuti oleh perwakilan Kabag Kesra, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua dan Pengurus LPTQ Kabupaten, pelatih dan pembina, peserta MTQ, serta unsur masyarakat.
Kehadiran lintas unsur tersebut memberikan perspektif yang komprehensif terhadap isu-isu yang sedang diteliti.
Dalam forum tersebut, para peserta berbagi pandangan dan pengalaman terkait berbagai tantangan pelaksanaan MTQ, sekaligus menawarkan solusi yang realistis dan aplikatif. Seluruh masukan kemudian dicatat sebagai bahan kajian untuk dianalisis lebih lanjut oleh tim peneliti.
Koordinator Penelitian, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag, menyampaikan bahwa masukan dari peserta FGD sangat berharga dan akan menjadi basis penting dalam penyusunan rekomendasi kebijakan pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke depan.
“Kami berharap hasil FGD ini dapat memberikan manfaat nyata bagi perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan MTQ pada tahun-tahun berikutnya, sehingga MTQ benar-benar menjadi ajang yang berkualitas dan berintegritas,” ujarnya.
Hasil lengkap dari penelitian ini nantinya akan dipublikasikan kepada seluruh LPTQ kabupaten/kota se-Kalimantan Barat dan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan MTQ Provinsi Kalimantan Barat yang semakin bermutu, profesional, dan berintegritas.(afi)
Editor : Salman Busrah