Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Turnamen Pangkak dan Uri Gasing di Mensubang Jadi Upaya Lestarikan Budaya Melayu Ketapang

Ahmad Sofi • Sabtu, 17 Januari 2026 | 16:41 WIB

 

TURNAMEN : Salah satu peserta Pangkak Gasing sedang melontarkan gasing.
TURNAMEN : Salah satu peserta Pangkak Gasing sedang melontarkan gasing.

PONTIANAK POST - Turnamen olahraga budaya Pangkak dan Uri Gasing Raden Alfan Cup 2026 sukses digelar di Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap. Kegiatan itu menjadi bukti dan komitmen masyarakat dalam melestarikan olahraga tradisional Melayu sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda. Turnamen diselenggarakan oleh RD. Selamat Riyadi, bekerja sama dengan Karang Taruna Maju Bersama Desa Mensubang. Sebanyak 76 orang ikut dalam turnamen ini dan menjadikan ajang ini salah satu turnamen gasing terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Ketapang.

‎Pada kategori Pangkak Gasing, juara 1 diraih Putra Kayong dari Bayangan, Ajas dari Mensubang sebagai juara 2, Uti Muhammad Dani dari Pengkalan Telok sebagai juara 3, dan Kaffa dari Mensubang sebagai jauara 4x.

‎Sementara kategori Uri Gasing, juara 1 diraih Syailendra dari Mensubang, juara 2 diraih Irfandi dari Pengkalan Jihing, juara 3 diraih Moechtar dari Bayangan dan juara 4 diraih Ajen dari Mensubang.

‎Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga memiliki tujuan strategis, yakni sebagai uji coba dan persiapan Desa Mensubang untuk menjadi tuan rumah PSBM (Pagelaran Seni Budaya Melayu) Kecamatan Nanga Tayap ke depan.

‎Kepala Desa Mensubang, Ria Andriawan, mengapresiasi dan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan turnamen ini. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai penting dalam menjaga dan merawat budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Desa Mensubang.

‎"Pemerintah Desa Mensubang sangat mengapresiasi kegiatan ini. Turnamen Pangkak dan Uri Gasing bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian budaya Melayu," ungkapnya.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda rutin tahunan di Desa Mensubang," lanjutnya.

Salah satu pemain pangkak gasing, Rahmat Hidayat, menilai turnamen ini sangat luar biasa dan memiliki nilai historis tersendiri.

"Di Kabupaten Ketapang belum pernah ada peserta Pangkak dan Uri Gasing sebanyak ini. Ini luar biasa," ujarnya.

‎Rahmat juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan pelestarian olahraga budaya gasing. Tingginya animo peserta menunjukkan bahwa olahraga budaya gasing masih hidup dan diminati, asalkan diberi ruang dan dukungan yang serius.

‎"Kami mendukung penuh kegiatan Pangkak dan Uri Gasing ini sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya Melayu. Harapan kami, turnamen seperti ini dapat terus digelar secara rutin setiap tahun dan semakin berkembang ke depannya," harapnya. (afi)

Editor : Hanif
#Mensubang #Turnamen #budaya melayu #ketapang #olahraga #gasing