PONTIANAK POST - Warga Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, digemparkan dengan penemuan seorang bayi perempuan yang diduga baru dilahirkan lalu dibuang di kebun sawit. Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi terbungkus kresek atau kantong plastik hitam dengan tali pusar masih melekat. Bayi tersebut ditemukan warga sekitar pukul 09.30 WIB, Minggu (18/1), saat seorang warga tengah menebas rumput di area kebun sawit. Meski masih hidup, kondisi bayi sangat memprihatinkan dan diduga telah dibuang beberapa hari sebelum ditemukan.
Warga yang menemukan bayi itu segera membawanya ke Puskesmas Tumbang Titi untuk mendapatkan pertolongan awal. Selanjutnya, bayi tersebut dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang guna mendapatkan penanganan medis lanjutan. Plt Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, dr. Feria Kowira, mengatakan kondisi bayi saat tiba di rumah sakit belum stabil.
“Kondisi bayinya lemah. Terdapat banyak luka yang diduga bekas gigitan serangga. Bahkan untuk menangis pun bayi sudah tidak mampu, hanya merintih,” ujar Feria, Minggu (18/1) sore.
Berdasarkan pemeriksaan awal, tim medis memperkirakan bayi tersebut telah dilahirkan sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan. “Dilihat dari kondisi pusarnya yang sudah kering namun belum lepas, kemungkinan bayi berusia lebih dari tiga hari,” jelasnya.
Pihak RSUD dr. Agoesdjam kini memprioritaskan upaya penyelamatan dan pemulihan kondisi bayi. Sejumlah pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatannya. “Kami akan melakukan pemeriksaan darah serta pengecekan organ-organ tubuh bayi secara menyeluruh,” ungkap Feria. Dari kondisi fisik bayi, tim medis juga menduga proses persalinan dilakukan tanpa bantuan tenaga kesehatan. “Melihat kondisi bayi, besar kemungkinan dilahirkan tanpa bantuan medis,” tambahnya.
Terkait penanganan hukum, Feria menegaskan fokus utama saat ini adalah menyelamatkan nyawa bayi tersebut. Koordinasi dengan pihak terkait akan dilakukan setelah kondisi bayi membaik.
“Kami fokus pemulihan bayinya terlebih dahulu, selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (afi)
Editor : Hanif