PONTIANAK POST - Dua pekerja meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ketapang, di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Rabu (21/1) sore. Selain meninggal dunia, dua pekerja lainnya mengalami luka-luka.
Empat pekerja PT. PLN Nusantara Power ini terperosok kedalam cerobong pembakaran bahan bakar PLTU.
Dua korban meninggal dunia sudah dievakuasi. Sementara dua korban selamat masih menjalani perawatan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Salah satu anggota keluarga korban, Riko, mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban sedang menjalankan aktivitas di area cerobong pembakaran. Keempat karyawan tersebut diduga terjatuh ke dalam cerobong pembakaran.
Namun, hingga Rabu (21/1) malam, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi mengenai kondisi para korban.
"Kejadiannya sebelum pukul 04.00 sore. Tapi sampai sekarang kami tidak tahu bagaimana keadaan mereka," kata Riko, Rabu (21/1) malam.
Keluarga juga menyoroti tidak tersedianya ambulans milik perusahaan saat proses evakuasi korban. Mereka menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama mengingat area kerja PLTU memiliki tingkat risiko tinggi.
Dia juga mengungkapkan, saat peristiwa terjadi pengawas dari pihak vendor tidak berada di tempat. Menurutnya, pengawas tersebut sedang pergi keluar lokasi.
"Pengawas vendornya tidak ada di lokasi waktu kejadian. Katanya sedang pergi," ungkapnya.
Keluarga dan kerabat korban yang mengalami kecelakaan kerja tertahan di pintu masuk PLTU Ketapang. Mereka menunggu kabar dengan penuh kecemasan. Keluarga mengaku tidak diizinkan masuk ke area perusahaan dan tidak menerima penjelasan langsung dari pihak manajemen.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, keempat karyawan tersebut berasal dari vendor PT. Limas yang sedang melaksanakan pekerjaan perawatan di area PLTU Ketapang. Hingga Kamis (22/1), pihak perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait kecelakaan kerja tersebut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Dedy Syahputra Bintang, mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden kecelakaan kerja di PLTU Ketapang.
"Sedang kita dalami dan periksa saksi-saki yang ada di TKP," ujarnya. (afi)
Editor : Hanif