PONTIANAK POST – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, melakukan koordinasi strategis ke Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI di Jakarta, Kamis (29/1). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan aset energi serta mengusulkan tambahan infrastruktur penerangan jalan bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Dirjen EBTKE perihal serah terima Barang Milik Negara (BMN) berupa pembangunan infrastruktur EBTKE periode 2019-2024. Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Ketapang resmi menerima hibah aset yang telah dibangun pemerintah pusat di daerah.
Data menunjukkan, hibah BMN yang diterima Pemkab Ketapang mencakup pembangunan infrastruktur EBTKE dalam tiga periode, yakni 87 unit pada tahun 2021, 20 unit pada 2023, dan 147 unit pada tahun 2024.
"Seluruh aset tersebut akan segera dicatat dan dikelola sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Jamhuri. Menurutnya, langkah ini krusial untuk memperkuat sinergi pusat-daerah dalam pemanfaatan energi bersih yang berkelanjutan di Ketapang.
Selain serah terima aset, Jamhuri juga menyerahkan proposal permohonan bantuan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) yang baru kepada Kementerian ESDM. Usulan ini difokuskan untuk wilayah-wilayah yang saat ini belum terjangkau jaringan listrik secara optimal.
"Usulan ini kami harapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama dalam aspek keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat di daerah terpencil," ungkapnya.
Jamhuri menegaskan bahwa Pemkab Ketapang berkomitmen penuh mendorong transisi energi nasional. Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) menjadi pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Ketapang ke depan. (afi)
Editor : Hanif