Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Menunggu Hasil Lab, MBG di Marau-Ketapang Dihentikan Sementara

Miftahul Khair • Kamis, 5 Februari 2026 | 20:40 WIB
Ratusan siswa di Kecamatan Marau Kabupaten Ketapang dirawat di Puskesmas usai menyantap menu MBG pada Kamis (5/2).
Ratusan siswa di Kecamatan Marau Kabupaten Ketapang dirawat di Puskesmas usai menyantap menu MBG pada Kamis (5/2).

PONTIANAK POST – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), dihentikan sementara menyusul dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan pelajar penerima manfaat. Hingga Kamis (5/2) malam, tercatat 87 siswa dari tiga sekolah mengalami gejala mual, muntah, lemas, dan diare setelah mengonsumsi MBG.

Kepala Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Regional Kalbar, Agus Kurniawi membenarkan kejadian tersebut saat dihubungi Pontianak Post, Kamis (5/2) malam. “Iya benar kejadiannya hari ini, Kamis (5/2). Untuk menu yang dikonsumsi Rabu (4/2), saat itu belum ada laporan dari pelajar,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang–Marau–Riam Batu Gading baru mengetahui kejadian tersebut pada Kamis pagi. Kasus ini diketahui setelah menerima informasi dari pihak sekolah bahwa banyak pelajar tidak masuk akibat mengalami mual, dan muntah.

“SPPG baru tahu pagi ini (Kamis) setelah dari pihak sekolah menyampaikan banyak pelajar tidak masuk karena mual dan muntah. Akhirnya distribusi MBG di sana langsung dihentikan dan fokus penanganan diarahkan kepada pelajar yang terdampak dari makanan hari Rabu (4/2),” katanya.

Berdasarkan laporan SPPG, total korban terdampak berjumlah 87 pelajar, masing-masing berasal dari SMA Negeri 1 Marau sebanyak 30 pelajar, SMK Negeri 1 Marau 40 pelajar, dan SMP Negeri 1 Marau 17 pelajar. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Marau. Hingga laporan disusun, lanjut dia, ada 70 pelajar yang masih menjalani perawatan, sementara 17 siswa telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Terkait penyebab pasti kejadian tersebut, Agus menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang telah dikirimkan untuk diuji. “Untuk hasil pemeriksaan resminya dari makanannya, kami masih menunggu sampel uji laboratorium,” ujarnya.

Atas kejadian ini, Agus juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak. Ia belum bisa hadir langsung ke Kabupaten Ketapang karena bertepatan dengan acara Hari Gizi Nasional yang digelar di Kota Singkawang. “Sampaikan permohonan maaf saya. Saya tidak bisa datang ke sana, dan mohon sampaikan permohonan maaf saya kepada pihak sekolah, para siswa yang terdampak, serta orang tua siswa,” ucapnya.

Sebagai langkah lanjutan, Agus memastikan bahwa operasional SPPG Ketapang–Marau–Riam Batu Gading dihentikan sementara mulai Jumat (6/2) hingga ada instruksi lebih lanjut dari pimpinan pusat. “Mulai besok operasional sudah off sampai menunggu instruksi selanjutnya. Semoga anak-anak kita yang terdampak diberikan kesehatan, dan segera pulang ke rumah masing-masing,” harapnya.

Sebelumnya, pihak SPPG setempat juga telah melakukan penghentian distribusi, menanggung biaya pengobatan siswa terdampak, mengirimkan golden sampel untuk uji laboratorium, serta melakukan evaluasi, dan investigasi internal terhadap dapur dan proses penyediaan makanan MBG. “Untuk data ini rilis awal tadi (data sementara), data pastinya kami terus berkoordinasi dengan petugas yang ada di lapangan,” tutupnya.(bar)

Editor : Miftahul Khair
#keracunan mbg #SPPG #hasil lab #ketapang