PONTIANAK POST - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menutup rangkaian Gawai Adat Bejujokng XV di Desa Gema, Kecamatan Simpang Dua, Sabtu (28/2) malam. Alex mengajak masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen padi yang melimpah. Tradisi gawai merupakan warisan budaya masyarakat Dayak yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
"Tradisi bersyukur atas panen padi ini hampir merata di seluruh wilayah Ketapang. Ini menunjukkan kedekatan masyarakat Dayak dengan alam dan leluhur," kata Alex.
Dia mengapresiasi masyarakat Desa Gema yang konsisten menyelenggarakan Gawai Adat Bejujokng hingga tahun ke-15. Menurutnya, pelaksanaan gawai dari tahun ke tahun semakin baik dan telah setara dengan gawai tingkat kabupaten.
Alex juga menekankan pentingnya menjaga jati diri dan identitas budaya di tengah kemajuan zaman. Dia mengajak masyarakat untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi, budaya, dan politik, serta mampu mengelola kekayaan alam demi kesejahteraan bersama.
Sebagai bentuk komitmen pelestarian budaya, dia berencana pembangunan miniatur rumah betang atau rumah adat di Desa Gema. Dia meminta agar penyusunan detail engineering design (DED) dapat disiapkan tahun ini, sehingga pembangunan dapat dimulai pada tahun berikutnya secara gotong royong oleh seluruh desa di Kecamatan Simpang Dua.
Dia juga agar Gawai Adat Bejujokng terus dilestarikan sebagai kekuatan budaya dan identitas masyarakat Dayak di Kabupaten Ketapang. (afi)
Editor : Miftahul Khair