PONTIANAK POST - Aliansi Jurnalis Ketapang (AJK) mengajak 20 anak yatim berbelanja baju Lebaran, Minggu (15/3). Selain mengajak mereke memilih sendiri baju yang akan dipakai di hari raya, AJK juga memberikan santunan.
Kegiatan ini menjadi momen berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat kebersamaan dengan anak-anak di bulan Ramadan.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak memilih pakaian yang mereka sukai. Suasana penuh keceriaan terlihat saat anak-anak dengan penuh semangat memilih warna, model hingga ukuran pakaian yang ingin mereka kenakan saat hari raya nanti.
Tawa dan cerita sederhana pun mewarnai setiap momen ketika mereka mencoba pakaian pilihan masing-masing. Hal ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak dalam menyambut Idulfitri.
Ketua AJK, Theo Bernadhi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengingat tentang makna kebahagiaan yang sederhana.
“Hari ini kami belajar kembali tentang arti kebahagiaan yang sederhana. Bersama adik-adik hebat, kami menghabiskan waktu dengan cara yang mungkin tampak biasa, yaitu berjalan bersama, memilih pakaian dan tertawa saat mencoba pakaian yang mereka sukai untuk menyambut hari raya,” ujarnya.
Menurutnya, kebahagiaan dapat terlihat dari rasa percaya diri anak-anak ketika menentukan pakaian yang mereka inginkan.
“Bahagia itu sederhana, melihat mereka dengan penuh percaya diri memilih warna, model dan ukuran pakaian yang mereka inginkan. Hari ini bukan sekadar tentang berbagi, tapi tentang kehadiran, tentang memberikan ruang agar mereka bisa merasakan kegembiraan yang sama untuk menyambut hari yang fitri,” lanjutnya.
Dia juga menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk merasakan kebahagiaan, terutama dalam momen istimewa seperti Idulfitri.
“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki hak dan kesempatan yang sama. Terima kasih untuk adik-adik yang telah berbagi tawa dan cerita hari ini,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, AJK berharap dapat terus menghadirkan aksi sosial yang memberi dampak positif bagi masyarakat, sekaligus mengingatkan bahwa kebahagiaan sering kali lahir dari kehadiran, perhatian dan kebersamaan yang sederhana. (afi)
Editor : Hanif