PONTIANAK POST - Rentetan aksi pembakaran dan penembakan yang menghantui warga Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, akhirnya memaksa pemerintah daerah dan aparat keamanan duduk satu meja. Sedikitnya 37 peristiwa pembakaran pondok dan rumah warga telah terjadi di wilayah tersebut dalam kurun waktu lebih dari setahun terakhir.
Untuk merespons situasi itu, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris bersama para Pejabat Utama (PJU) menghadiri rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan unsur Forkopimda di Ruang Rapat Kantor Bupati Ketapang, Selasa (7/4).
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo dan dihadiri berbagai unsur lintas sektor, mulai dari TNI, organisasi perangkat daerah, hingga pemerintah kecamatan dan desa yang wilayahnya terdampak langsung oleh rangkaian aksi teror tersebut.
Turut hadir dalam pertemuan itu antara lain perwakilan Kodim 1203/Ketapang Kapten Czi Chandra Rifqi Ardyono, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Sikat Gudag, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Devi Harinda, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Absalon, serta Kepala Dinas PMPD Edi Radiansyah. Hadir pula unsur Forkopincam Marau dan Air Upas, Kepala Desa Air Upas Agus, serta Kepala Desa Gahang Begintan.
Baca Juga: Teror di Air Upas Meningkat, Pemkab dan Polres Ketapang Perkuat Penanganan dan Pengamanan
Pemkab Dukung Pengungkapan Kasus
Dalam arahannya, Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama TNI dan Polri selama ini telah melakukan berbagai langkah untuk meredam situasi. Namun, aksi pembakaran dan penembakan di wilayah Air Upas masih terus terjadi.
Karena itu, menurutnya, diperlukan langkah yang lebih serius, terkoordinasi, dan terpadu agar permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan.
“Pemerintah Kabupaten Ketapang mendukung penuh langkah Polres Ketapang dalam mengungkap kasus pembakaran pondok warga di Kecamatan Air Upas,” tegas Alexander.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan segera merealisasikan restrukturisasi Tim TP3K sebagai upaya mempercepat penanganan berbagai persoalan menonjol di wilayah Air Upas maupun daerah lain di Kabupaten Ketapang.
Polisi Tetapkan Satu DPO
Sementara itu, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris dalam paparannya mengungkapkan bahwa aksi pembakaran pondok dan teror terhadap warga di Kecamatan Air Upas telah terjadi sejak awal Februari 2025.
Baca Juga: DPO Diterbitkan, Polisi Kejar Pelaku Teror Pembakaran Rumah di Air Upas
Menurut data kepolisian, hingga saat ini sedikitnya 37 kejadian pembakaran tercatat di wilayah Desa Petuakan dan Desa Gahang.
Untuk mengungkap kasus tersebut, pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, hingga pemeriksaan sejumlah saksi.
Polisi juga telah menetapkan satu orang dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) bernama Jaka. Namun, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kuat dugaan bahwa pelaku tidak hanya satu orang. “Identitas pelaku lainnya masih dalam proses penyelidikan,” ujar Harris.
Patroli Malam Bersama Warga
Selain upaya penyelidikan, aparat kepolisian bersama masyarakat juga melakukan patroli rutin hampir setiap malam guna menjaga situasi keamanan sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku pembakaran.
Kapolres juga mengungkapkan bahwa motif di balik rangkaian aksi pembakaran dan penembakan tersebut masih terus didalami.
Salah satu dugaan yang berkembang adalah adanya pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan dan mencoba mengambil keuntungan dengan menciptakan ketakutan agar masyarakat mengosongkan lahan yang menjadi sasaran teror.
“Proses hukum tetap berjalan, namun kami juga memerlukan dukungan dan kolaborasi dari seluruh instansi, stakeholder terkait, tokoh masyarakat, hingga masyarakat setempat agar pengungkapan kasus ini dapat dilakukan dengan cepat dan maksimal,” kata Harris.
Ia menambahkan, rapat koordinasi tersebut menjadi langkah penting untuk menyatukan strategi penanganan lintas sektor, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Dengan kolaborasi yang lebih kuat, pemerintah daerah dan aparat keamanan berharap pengungkapan kasus pembakaran yang terjadi di Desa Gahang dan Dusun Petuakan, Desa Air Upas, dapat segera menemukan titik terang. (afi)
Editor : Hanif