PONTIANAK POST - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meninjau pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Ketapang, Rabu (29/4). Di sana, bupati langsung berdialog dengan warga untuk menjaring persoalan yang selama ini menjadi ganjalan dalam pelayanan administrasi kependudukan.
Alex mengaku, dalam dialog tersebut, terungkap dua tantangan utama. Warga dari pusat kota mengeluhkan seringnya stok blanko KTP habis yang berujung pada kekecewaan setelah lama mengantre.
Sementara warga dari daerah hulu menyampaikan beratnya ongkos transportasi dan waktu tempuh yang sia-sia ketika dokumen yang dibawa belum lengkap atau blanko sedang kosong. Menanggapi hal tersebut, Alex menginstruksikan langkah preventif melalui optimalisasi media sosial.
“Aparatur diminta lebih proaktif memberikan informasi real-time terkait ketersediaan blanko. Melalui informasi publik di media sosial, warga dapat memastikan kelengkapan berkas sekaligus kepastian layanan sebelum berangkat, sehingga tidak ada lagi perjalanan yang berakhir sia-sia,” pinta Alex.
Baca Juga: Bupati Ketapang Tegaskan Kendaraan Dinas Bukan untuk Kepentingan Pribadi ASN
Selain itu, dia juga mendorong penguatan layanan jemput bola melalui pelayanan mobile Disdukcapil yang diintegrasikan dengan agenda kunjungan kerja Bupati ke kecamatan.
Dengan skema ini, biaya operasional dapat ditekan karena menyatu dengan kegiatan pimpinan, sementara masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh layanan perekaman KTP-el dan pengurusan dokumen lainnya secara gratis dan tepat sasaran.
“Melalui langkah-langkah tersebut, saya berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang responsif, adaptif, dan berkeadilan. Integrasi layanan digital dan lapangan diharapkan mampu menjawab tantangan geografis dan keterbatasan anggaran, sehingga setiap warga Ketapang tetap mendapatkan hak dasarnya secara optimal,” pungkas Alex. (afi)
Editor : Hanif