Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Cegah Karhutla dari Desa: 80 Relawan di Kabupaten Ketapang Digembleng, Peralatan Dikerahkan

Mirza Ahmad Muin • Minggu, 3 Mei 2026 | 23:08 WIB
Peserta pelatihan Dalkarhutla berbasis komunitas mengikuti simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Air Upas, Ketapang.
Peserta pelatihan Dalkarhutla berbasis komunitas mengikuti simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Air Upas, Ketapang.

 

PONTIANAK POST — Upaya memutus rantai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dimulai dari desa. Sebanyak 80 kader dan relawan dari 26 desa di enam kecamatan di Kabupaten Ketapang digembleng melalui Refreshment Pelatihan Penanggulangan Karhutla Berbasis Komunitas yang digelar Usaha Lestari Negeri (ULIN) bersama mitra, belum lama ini.

Pelatihan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Gereja Katolik Lama, Kecamatan Air Upas, ini menjadi langkah konkret memperkuat kapasitas masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan awal karhutla.

Program Manager ULIN, Sugeng Santoso, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar penyegaran materi, melainkan strategi memperkuat ketahanan desa menghadapi ancaman kebakaran.

“Target utamanya memastikan setiap desa memiliki rencana aksi sederhana. Saat titik panas terdeteksi, respons di tingkat akar rumput bisa langsung bergerak sebelum api meluas,” ujarnya.

Karhutla masih menjadi ancaman serius di Ketapang, berdampak pada kerusakan lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga ketahanan pangan.

Karena itu, pelibatan masyarakat desa dinilai krusial mengingat mereka berada di garis depan pemantauan wilayah rawan.

Dalam pelatihan ini, peserta dibekali materi komprehensif, mulai dari karakteristik dan dampak karhutla, regulasi terkini, sistem peringatan dini, hingga strategi mitigasi dan pelaporan di tingkat desa.

Metode yang digunakan pun variatif, meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, hingga simulasi lapangan.

Kegiatan ini difasilitasi ULIN dan didukung penuh oleh Cargill melalui program CSR OneKal.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat koordinasi lintas desa sekaligus membangun jalur komunikasi yang cepat dan responsif dengan BPBD Ketapang.

Sebagai bentuk dukungan nyata, dilakukan pula penyerahan simbolis peralatan pemadam kebakaran kepada perwakilan desa. Bantuan tersebut meliputi mesin air, selang input, dan nozzle.

Secara keseluruhan, nilai dukungan Cargill untuk pelatihan dan distribusi peralatan pemadam di desa-desa rawan karhutla di wilayah ring 1 mencapai sekitar Rp180 juta, yang disalurkan secara bertahap.

BPBD Ketapang menilai sinergi multipihak seperti ini penting untuk memastikan penanganan karhutla lebih cepat, terukur, dan terintegrasi.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, sektor swasta, dan masyarakat diharapkan terus terjaga guna menciptakan pengelolaan hutan dan lahan yang aman dan berkelanjutan.

Dengan penguatan kapasitas desa, upaya pencegahan karhutla kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penanganan di tingkat atas, melainkan bergerak dari akar rumput—tempat api pertama kali bisa dicegah. (iza)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#pelatihan desa #ULIN #karhutla #Cargill #ketapang