Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

CMI Air Upas Luncurkan Modul Pusaka Berbasis Kearifan Lokal untuk Pendidikan Siswa

Ahmad Sofi • Rabu, 6 Mei 2026 | 12:26 WIB
Ketua PGRI Air Upas, Prima Hadi, dan Ketua DAD Air Upas, Raimandus Herman, dengan penyerahan modul kepada siswa-siswi SMPN 1 Air Upas. (ISTIMEWA)
Ketua PGRI Air Upas, Prima Hadi, dan Ketua DAD Air Upas, Raimandus Herman, dengan penyerahan modul kepada siswa-siswi SMPN 1 Air Upas. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, PT Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) site Air Upas meluncurkan program Pusaka (Pusat Edukasi Ekologi Berbasis Kearifan Lokal Air Upas). Program ini merupakan hasil kolaborasi bersama PC PGRI Air Upas dan Dewan Adat Dayak (DAD) Air Upas.

Inovasi itu merupakan bentuk nyata komitmen tanggung jawab sosial perusahaan di bidang seni budaya sebagai upaya mempertahankan tradisi lokal dan edukasi generasi muda. Hal ini juga mempertegas peran perusahaan sebagai mitra strategis pembangunan daerah.

Program itu lahir dari kesadaran akan pentingnya menjaga identitas budaya dan kelestarian lingkungan di tengah arus modernisasi. Melalui Modul Pusaka yang diluncurkan pada 2 Mei 2026 lalu, nilai-nilai ekologis, sosial dan budaya lokal diintegrasikan langsung ke dalam kurikulum pembelajaran sekolah.

Langkah tersebut bertujuan untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan rasa tanggung jawab sosial terhadap tanah kelahirannya.

Baca Juga: Bupati Ketapang Alexander Wilyo Ajak Masyarakat Tetap Kompak Demi Pembangunan Berkeadilan

Implementasi program itu dilakukan melalui model Agent of Change, melibatkan 24 siswa terpilih dari SMPN 1 Air Upas yang mewakili setiap kelas dari 7A hingga 9D. Selama periode Juni hingga Desember 2026, para siswa ini akan mengikuti 12 pertemuan intensif dengan frekuensi sebanyak dua kali sebulan. Setiap sesi berdurasi 90 menit dan dirancang dengan metode pembelajaran dinamis, mulai dari storytelling, diskusi reflektif, hingga Project-Based Learning (PBL) yang berfokus pada aksi nyata lingkungan.

Pada perayaan Hardiknas kemarin, perusahaan menyerahkan bantuan CSR secara simbolis sebagai bentuk dukungan berkelanjutan perusahaan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan sarana prasarana penunjang di wilayah Air Upas.

Agustinus Mulyatmojo, Senior Manager CSR – LA dan Umum CMI Site Air Upas, menekankan pentingnya bekal karakter bagi siswa. Dia mengatakan,"Kami ingin generasi muda Air Upas mampu memahami nilai kehidupan masyarakat lokal sebagai dasar pengambilan keputusan di masa depan. Pendidikan bukan hanya soal bangku sekolah, tetapi soal bagaimana kita berinteraksi dengan ekosistem di sekitar kita.”

Pada upacara itu juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya Tari Tradisional Air Upas dari siswi SMPN 1 Air Upas. Penampilan ini menjadi simbol harmonisasi antara pendidikan modern dan pelestarian seni tradisional yang menjadi pilar utama dalam Modul Pusaka. Peluncuran ditandai secara simbolis oleh Ketua PGRI Air Upas, Prima Hadi, dan Ketua DAD Air Upas, Raimandus Herman, dengan penyerahan modul kepada siswa-siswi SMPN 1 Air Upas. Melalui momentum Hardiknas tersebut, perusahaan berharap Program Pusaka dapat menjadi model referensi bagi pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal di wilayah lain, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, institusi pendidikan, dan tokoh adat. (*/afi)

Editor : Hanif
#Modul Pusaka #Air Upas #pendidikan karakter #CMI #kearifan lokal