Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jumlah Pelanggan Naik, Perumda Tirta Pawan Ketapang Diminta Tingkatkan Kinerja dan Transparansi

Ahmad Sofi • Kamis, 7 Mei 2026 | 16:17 WIB
Wabup Ketapang, Jamhuri Amir, memimpim rapat evaluasi Perumda Air Minum Tirta Pawan, Selasa (5/5). (ISTIMEWA)
Wabup Ketapang, Jamhuri Amir, memimpim rapat evaluasi Perumda Air Minum Tirta Pawan, Selasa (5/5). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Setelah melakukan evaluasi terhadap PT. Ketapang Mandiri, kini giliran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Pawan yang dievaluasi oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir. Jamhuri melakukan monitoring dan evaluasi kinerja serta tata kelola kepada perusahaan daerah tersebut, Selasa (5/5).

Evaluasi itu dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam memastikan optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Jamhuri mengatakan, keberadaan Perumda Air Minum memiliki dua tujuan utama, yakni pelayanan publik dan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi riil perusahaan, baik dari sisi kesehatan keuangan, tata kelola, maupun kualitas pelayanan.

 "Pemerintah daerah sebagai pemegang saham tunggal perlu mengetahui secara detail kondisi perusahaan, apakah dalam keadaan sehat atau tidak. Dari situ kita dapat menentukan langkah strategis ke depan," tegas Jamhuri.

Baca Juga: DPRD Ketapang Berikan 23 Rekomendasi Strategis untuk Perbaikan Pembangunan Daerah

Dia juga menyoroti pentingnya pembenahan manajemen dan perubahan pola pikir dalam pengelolaan perusahaan daerah. Dia menekankan bahwa BUMD harus dikelola secara profesional, efisien, dan berorientasi pada kinerja.

 "Tidak boleh ada mindset bahwa untung atau rugi tidak menjadi persoalan. Perusahaan daerah harus dikelola dengan prinsip bisnis yang sehat, transparan, dan akuntabel," pesannya.

 Selain itu, dia meminta jajaran Perumda untuk mengidentifikasi secara jelas berbagai permasalahan yang dihadapi, termasuk potensi peningkatan pendapatan dan efisiensi operasional. Pemerintah daerah juga membuka ruang untuk mengambil langkah strategis, termasuk restrukturisasi manajemen apabila diperlukan.

Dia berharap Perumda Air Minum Tirta Pawan dapat segera melakukan langkah-langkah pembenahan yang konkret dan terukur, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.

 "Perusahaan ini tidak hanya hadir untuk melayani, tetapi juga harus mampu memberikan nilai tambah bagi daerah. Kita ingin ke depan Perumda ini benar-benar sehat, profesional, dan dipercaya masyarakat," pinta Jamhuri.

Baca Juga: CMI Dorong UMKM Air Upas Naik Kelas Lewat Festival Cita Rasa dan Produk Unggulan Desa

 

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Tirta Pawan, L. Yudiharto J. Saptono, mengatakan hingga 2025 jumlah pelanggan mencapai 17.199, dengan pelanggan aktif sebanyak 15.169. Hingga Maret 2026, jumlah pelanggan meningkat menjadi 17.582 dengan pelanggan aktif sebanyak 15.561.

Dari sisi operasional, kapasitas instalasi pengolahan air (IPA) saat ini mencapai 170 liter per detik yang melayani lima kecamatan, yakni Delta Pawan, Benua Kayong, Kendawangan, Tumbang Titi, dan Marau. Namun, kapasitas tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat.

Dia mengungkapkan bahwa tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) masih berada di angka 34,12 persen, jauh di atas standar nasional sebesar 25 persen. Kondisi ini menjadi salah satu potensi peningkatan pendapatan apabila dapat ditekan secara signifikan.

Dari sisi kinerja keuangan, Perumda Tirta Pawan menunjukkan tren perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah mengalami kerugian pada periode 2021–2023, perusahaan mulai mencatatkan laba pada tahun 2024 meskipun relatif kecil, dan kembali mengalami penurunan laba pada tahun 2025 akibat faktor teknis dan kondisi darurat operasional.

Selain itu, hasil evaluasi kinerja menunjukkan bahwa Perumda Tirta Pawan berada dalam kategori "sehat" berdasarkan penilaian terbaru, meskipun masih perlu peningkatan untuk mencapai kinerja optimal, terutama dalam aspek pelayanan dan efisiensi operasional. (afi)

Editor : Hanif
#Perumda Tirta Pawan #Evaluasi #transparansi #layanan air bersih #wabup ketapang