PONTIANAK POST - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, membuka Gawai Nyapat Taunt (GNT) XV Kecamatan Simpang Hulu yang dipusatkan di Balai Berkuak, Rabu (10/6) lalu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi adat penyambutan tamu agung (Ngalu Tamu Agung) di Rumah Batang Raya Simpang Hulu, Desa Semandang Kiri. Acara ini diisi dengan berbagai ritual adat seperti Pancung Buluh Muda, Tinjak Telur, Tampung Tawar, Pembasuhan Kaki Raja Hulu Aik ke-51, Pamansupa, hingga Ngalu sebagai simbol penghormatan kepada tamu yang hadir.
Pada sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pawai budaya yang menampilkan berbagai atraksi budaya lokal sebelum dilaksanakan pembukaan resmi Gawai Nyapat Taunt XV yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Bupati Ketapang.
Alex yang juga menjabat sebagai Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik bergelar Adat Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua, mengapresiasi atas konsistensi masyarakat Simpang Hulu dalam menyelenggarakan Gawai Nyapat Taunt hingga memasuki penyelenggaraan ke-15.
“Kegiatan Nyapat Taunt ini menjadi salah satu agenda budaya yang mampu menjaga kelestarian adat sekaligus mempererat persatuan masyarakat,” ungkap Alex.
Dia berharap pelaksanaan gawai pada tahun-tahun mendatang dapat semakin ditingkatkan melalui kolaborasi seluruh unsur masyarakat tanpa membedakan suku maupun latar belakang budaya, sehingga menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh warga Kecamatan Simpang Hulu.
Acara tersebut turut dihadiri Raja Hulu Aik ke-51, Petrus Singa Bansa, Wakil Ketua DPRD Ketapang, Mateus Yudi, para kepala perangkat daerah, Ketua DAD Ketapang, para camat, unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh masyarakat, kepala desa, serta berbagai elemen masyarakat. (afi)
Editor : Hanif