PONTIANAK POST - Usai menuntaskan agenda kerja di Kecamatan Simpang Hulu, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, memilih mengambil rute berbeda untuk pulang ke Ibu Kota Kabupaten Ketapang. Melintasi jalur tengah melalui ruas Penjawaan – Pangkalan Teluk – Simpang Tiga Sembelangaan, Alex menyinggahi sejumlah titik selama perjalanan pulang. Salah satunya ke Dusun Teluk Perak, Desa Pangkalan Teluk. Di tempat itu, berdiri Jembatan Benipis Dua. Beberapa waktu lalu, jembatan ini sempat viral dan menjadi perbincangan hangat para ibu di media sosial karena kondisinya yang memprihatinkan.
Namun, jembatan tersebut kini kembali fungsional dan aman dilalui. Ini adalah buah dari gerak cepat pemerintah daerah yang segera melayangkan surat penegasan kepada manajemen PT. SMA, serta respons cepat perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sinergi ini membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci solusi.
“Perbaikan darurat hanyalah awal. Komitmen sejati adalah menghadirkan rasa aman yang permanen. Karena itu, tiga skema pembiayaan strategis sedang disiapkan secara paralel untuk memastikan keberlanjutan infrastruktur,” tegas Alex.
Baca Juga: Ratusan Warga Penuhi Taman Kedondong, Nobar Piala Dunia Polres Ketapang Jadi Ruang Kebersamaan
Alex mengungkapkan, tiga skema tersebut yakni pengusulan melalui RAPBD 2027, kerja sama pembangunan dengan TNI, dan pengajuan bantuan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun 2026.
Harapan baru juga muncul untuk tahun depan. Ruas strategis Sumber Periangan – Tanjung Medan – Sandai akan diprioritaskan, baik dari sisi pengaspalan maupun ketahanan jembatan.
“Jalur ini adalah urat nadi perekonomian dan pemersatu wilayah bagi masyarakat Jalur Tengah Ketapang,” ungkap Alex.
Baca Juga: Jamhuri Amir Terpilih Aklamasi Pimpin DMI Ketapang Periode 2026-2031
Selama di Pangkalan Teluk, menyempatkan diri untuk berdialog dengan kepala desa, para kepala dusun, tokoh masyarakat, dan kaum ibu. Obrolan mengalir tanpa sekat. Puncaknya, rombongan bupati dijamu makan siang bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.
“Dari piring-piring yang disajikan dengan keikhlasan itu, saya mendapat pengingat mendalam bahwa setiap keringat dan kerja keras membangun infrastruktur, pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yakni senyum, kemudahan, dan kesejahteraan masyarakat yang kita cintai,” pungkas Alex. (afi)
Editor : Miftakhair