Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Bupati Alexander Wilyo Tegaskan Pekan Gawai Dayak XII Jadi Momentum Lestarikan Budaya Leluhur

Ahmad Sofi • Jumat, 19 Juni 2026 | 09:52 WIB
GAWAI : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, memukul gong sebagai tanda dimulainya PGD XII DAD Ketapang, Selasa (16/6).(IST)
GAWAI : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, memukul gong sebagai tanda dimulainya PGD XII DAD Ketapang, Selasa (16/6).(IST)

PONTIANAK POST - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) XII Dewan Adat Dayak (DAD) Ketapang di Kecamatan Simpang Dua, Selasa (16/6).
Pembukaan PGD XII diawali penyambutan adat kepada bupati beserta rombongan melalui pertunjukan pencak silat IPSI Simpang Dua, ritual tinjak telur, pancung buluh muda, tarian bedondoi’, prosesi ngalu, parade kontingen DAD kecamatan, pertunjukan barongsai, hingga ritual adat Ngise’ Sansayau dan Nganuata sebagai bentuk doa adat.Alex yang juga Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik bergelar Adat Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua mengatakan Pekan Gawai Dayak bukan sekadar perayaan budaya, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat adat sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga: MTQ XXXIII Ketapang Resmi Ditutup, Delta Pawan Raih Juara Umum dan Curi Perhatian Publik
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri. Karena itu, adat, budaya, dan tradisi harus terus dijaga, dilestarikan, serta diwariskan kepada generasi muda," tegas Alex.Pada kesempatan tersebut, dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Gawai sebagai sarana memperkuat identitas budaya tanpa meninggalkan nilai-nilai positif yang menjadi pedoman kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, dia juga mengingatkan agar pelaksanaan Gawai terbebas dari aktivitas yang dapat merusak citra budaya, seperti penyalahgunaan narkoba maupun perjudian, karena hal tersebut bukan bagian dari adat dan tradisi Dayak. (afi)

Editor : Miftakhair
#Gawai Dayak Ketapang #Pelestarian Budaya Dayak #Kacamatan Simpang Dua #Alexander Wilyo #DAD Ketapang