Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kapolsek Nanga Tayap Cek Dugaan Penimbunan BBM Subsidi, Polisi Pastikan Tidak Ada Penyelewengan

Ahmad Sofi • Senin, 22 Juni 2026 | 09:48 WIB
IMBAUAN: Kapolsek Nanga Tayap, AKP Bagus Tri Baskoro, memberikan imbauan kepada petugas SPBU untuk tidak melayani pembelian BBM subsidi menggunakan tangki subsidi.(IST)
IMBAUAN: Kapolsek Nanga Tayap, AKP Bagus Tri Baskoro, memberikan imbauan kepada petugas SPBU untuk tidak melayani pembelian BBM subsidi menggunakan tangki subsidi.(IST)

PONTIANAK POST - Kapolsek Nanga Tayap, AKP Bagus Tri Baskoro melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi terkait informasi penyelewengan dan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kecamatan Nanga Tayap, pada Jumat (19/6).

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah cepat dan preventif untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat sekaligus menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.

Pengecekan pertama dilakukan di lokasi yang disebut dalam media sosial, yakni di tempat milik saudara S dan saudara I. Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penimbunan BBM subsidi. Tim hanya mendapati beberapa drum kosong serta satu drum berisi BBM jenis Pertamax.

"Tidak ditemukan indikasi penyimpanan ataupun penimbunan BBM subsidi dalam jumlah besar," ungkap Bagus, Sabtu (20/6).

Usai melakukan pengecekan di lokasi tersebut, Kapolsek bersama Forkopincam melanjutkan ke SPBU Sungai Beliung untuk melakukan monitoring sekaligus memberikan imbauan kepada pengelola SPBU.

Baca Juga: Bupati Ketapang Lantik 12 Pejabat Eselon II Hasil Open Bidding, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

"Kami menegaskan agar pihak SPBU tidak lagi melayani pembelian BBM dalam jumlah berlebihan, khususnya yang menggunakan drum, jerigen, maupun kendaraan yang telah dimodifikasi. Masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik terkait ketersediaan BBM," pesan Bagus.

Berdasarkan hasil pengecekan, stok BBM di SPBU Sungai Beliung masih dalam kondisi aman, dengan rincian Pertalite sebanyak 8.000 liter, Pertamax 4.000 liter, dan Biosolar 16.000 liter.

Selanjutnya, rombongan bergerak menuju SPBU Desa Sepakat Jaya untuk melakukan pengecekan serupa. Di lokasi tersebut, Kapolsek bersama Forkopincam kembali menegaskan kepada pengelola SPBU agar tidak melayani penjualan BBM menggunakan drum, jerigen, maupun kendaraan modifikasi yang berpotensi disalahgunakan.

Baca Juga: Bupati Ketapang Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Publik Daerah

Bagus menegaskan kepolisian bersama Forkopincam akan terus melakukan pemantauan dan turun langsung ke lapangan guna menindaklanjuti setiap informasi yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait dugaan penyelewengan maupun penimbunan BBM subsidi.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak SPBU agar tidak melayani pembelian menggunakan drum, jerigen, maupun kendaraan modifikasi," ujarnya.

Dia menambahkan, Polsek Nanga Tayap akan terus melaksanakan patroli rutin ke sejumlah SPBU yang ada di wilayah hukumnya. Selain itu, para Bhabinkamtibmas juga akan mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait larangan penimbunan BBM subsidi.

"Melalui langkah preventif ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, distribusi BBM subsidi berjalan lancar, serta tidak terjadi penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat luas," harap Bagus. (afi)

Editor : Miftakhair
#Penyelewengan BBM Subsidi #Penimbunan BBM Subsidi #Kapolsek Nanga Tayap #BBM Subsidi Ketapang #stok BBM aman