Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Bupati Ketapang Alexander Wilyo Dorong Kerajaan Hulu Aik Menjadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan

Ahmad Sofi • Senin, 29 Juni 2026 | 10:56 WIB
RITUAL ADAT: Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, disambut dengan ritual adat saat menghadiri Ritual Adat Meruba Kerajaan Hulu Aik di Kecamatan Hulu Sungai, Kamis (25/6).(Alexander wilyo)
RITUAL ADAT: Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, disambut dengan ritual adat saat menghadiri Ritual Adat Meruba Kerajaan Hulu Aik di Kecamatan Hulu Sungai, Kamis (25/6).(Alexander wilyo)

PONTIANAK POST - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri Ritual Adat Meruba Kerajaan Hulu Aik di Rumah Raja Hulu Aik, Laman Sengkuang, Desa Benua Krio, Kecamatan Hulu Sungai, Kamis (25/6).

Ritual Adat Meruba merupakan tradisi sakral Kerajaan Hulu Aik berupa prosesi Ngase Minyak Nganti Ompitn Pusaka Bosi Koling Tungkat Rakyat atau pencucian benda-benda pusaka kerajaan yang dilaksanakan setiap 25 Juni.

Tradisi ini menjadi simbol penyucian spiritual sekaligus pelestarian warisan leluhur masyarakat Dayak di Kabupaten Ketapang.

Baca Juga: Bupati Ketapang Alexander Wilyo Tinjau Jembatan Mambok dan Kembahang, Pastikan Keamanan Infrastruktur Vital

Alex yang juga Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik bergelar Adat Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua, mengapresiasi penyelenggaraan Ritual Meruba yang dinilai semakin tertata dan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Saya berharap kualitas pelaksanaan kegiatan tersebut terus ditingkatkan sehingga mampu menjadi agenda budaya unggulan Kabupaten Ketapang," harapnya.

Dia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk menuntaskan pembangunan Balai Bosi Koling Tungkat Rakyat beserta fasilitas pendukungnya, mulai dari penataan halaman, taman, penerangan, pagar, hingga penyelesaian bangunan secara menyeluruh.

Baca Juga: Ketua DPRD Ketapang Achmad Sholeh Ajak Perkuat Kolaborasi pada Hari Jadi ke-19 Kayong Utara

"Target kita paling lambat tahun 2028 seluruh pembangunan kawasan ini sudah selesai sehingga Ritual Adat Meruba dapat dilaksanakan di Balai Bosi Koling Tungkat Rakyat yang representatif," tegasnya.

Menurutnya, setelah seluruh sarana pendukung tersedia, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan Kabupaten Ketapang, bahkan diarahkan menjadi Kampung Budaya yang mampu menarik kunjungan wisatawan.

Alex menekankan bahwa Kerajaan Hulu Aik merupakan kerajaan adat yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting bagi Kabupaten Ketapang. "Oleh karena itu, keberadaannya harus terus dijaga sebagai identitas dan jati diri masyarakat," ajaknya.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghormati serta melestarikan adat, budaya, dan tradisi sebagai warisan luhur yang menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Kabupaten Ketapang.

Baca Juga: Polres Ketapang Gelar Bakti Religi di Gereja Sambut Hari Bhayangkara ke-80

"Adat, budaya, dan tradisi adalah harga diri dan jati diri kita. Karena itu harus kita jaga bersama, selaras dengan semangat persatuan dalam rumah besar Kabupaten Ketapang," ujarnya.

Selain pelestarian budaya, Alex turut menyampaikan berbagai program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Ketapang. Di antaranya peningkatan ruas Jalan Sandai-Senduruhan, pembangunan akses wilayah pedalaman melalui program karya bakti TNI, usulan pembangunan jembatan di wilayah Hulu Sungai kepada Pemerintah Pusat, serta penataan kawasan Kerajaan Hulu Aik agar semakin Iayak menjadi objek wisata budaya.

Dia menjelaskan, pembangunan di wilayah Hulu Sungai dilakukan secara bertahap mengingat Iuasnya wilayah Kabupaten Ketapang, keterbatasan anggaran daerah, serta sebagian besar kawasan masih berstatus kawasan hutan sehingga memerlukan berbagai mekanisme dan koordinasi dengan pemerintah pusat.

Alex mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, mendukung pembangunan daerah, serta bersama-sama melestarikan adat dan budaya sebagai kekuatan dalam mewujudkan Kabupaten Ketapang yang maju, mandiri, dan sejahtera. (afi)

Editor : Hanif
#destinasi wisata budaya #Pelestarian Adat #Alexander Wilyo #ketapang #ritual adat