Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Wabup Ketapang Tutup PSBM di Mensubang, Dorong Festival Budaya Melayu Jadi Agenda Tahunan Daerah

Ahmad Sofi • Senin, 6 Juli 2026 | 09:24 WIB
Wabup Ketapang, Jamhuri Amir menekan tombol sirine sebagai tanda berakhirnya PSBM Ketapang di Desa Mensubang, Sabtu (4/7) malam.(IST)
Wabup Ketapang, Jamhuri Amir menekan tombol sirine sebagai tanda berakhirnya PSBM Ketapang di Desa Mensubang, Sabtu (4/7) malam.(IST)

PONTIANAK POST – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menutup Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) di Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap, Sabtu (4/7) malam. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan sebagai upaya melestarikan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang.

Penutupan berlangsung meriah dan ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Jamhuri Amir didampingi Camat Nanga Tayap, Kepala Desa Mensubang, panitia penyelenggara, serta tamu undangan.

Kehadiran Wakil Bupati disambut melalui prosesi adat tepung tawar Melayu, atraksi pencak silat, dan tradisi pemancungan sebatang tebu sebagai simbol penghormatan kepada tamu kehormatan sekaligus pelestarian adat Melayu.

Baca Juga: Bupati Ketapang Hadiri Ritual Adat Menjangkap Buah, Tradisi Dayak Menjaga Hutan Adat

Dalam sambutannya, Jamhuri mengapresiasi panitia penyelenggara, khususnya Camat Nanga Tayap, yang dinilai berhasil menginisiasi kegiatan budaya tersebut hingga berjalan sukses.

"Terima kasih kepada Pak Camat beserta seluruh panitia yang telah menjaga marwah Melayu. Sesuai falsafah tak lekang Melayu dimakan zaman, warisan budaya yang ditinggalkan para leluhur jangan sampai hilang ditelan perkembangan zaman," kata Jamhuri.

Menurutnya, PSBM bukan sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membangkitkan kembali memori kolektif tentang permainan dan tradisi Melayu yang mulai jarang dikenal generasi muda.

Baca Juga: PSBM Ketapang 2026 Hidupkan Warisan Budaya Melayu di Desa Mensubang

"Dengan adanya pagelaran seni budaya ini, kenangan masa kecil kita muncul kembali. Saya berharap kearifan lokal seperti ini dapat didorong menjadi bagian dari muatan lokal di sekolah sehingga anak-anak kita tetap mengenal budaya daerahnya," harapnya.

Jamhuri menegaskan Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya. Ia juga berharap PSBM dapat menjadi agenda rutin tahunan.

Selain itu, ia mengajak seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang menyelenggarakan kegiatan serupa sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah.

"Saya berharap ke depan tidak hanya Kecamatan Nanga Tayap, tetapi kecamatan lainnya juga menggelar kegiatan seperti ini. PSBM menjadi role model bagi tumbuh dan berkembangnya khazanah budaya Melayu di Kabupaten Ketapang. Mari bersama-sama kita lestarikan kekayaan budaya yang diwariskan oleh para leluhur," tegasnya.

Baca Juga: Sebanyak 98 CPNS Ketapang Resmi Diangkat Menjadi PNS dan Diminta Tingkatkan Pelayanan

Sementara itu, Kepala Desa Mensubang, Ria Andriawan, berharap PSBM menjadi tonggak awal untuk memperkuat kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam membangun, membangkitkan, dan melestarikan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang.

"Mudah-mudahan apa yang dimulai dari Desa Mensubang ini menjadi titik awal sekaligus tolok ukur kemajuan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang," ujarnya.

Rangkaian penutupan semakin semarak dengan penampilan tari khas Melayu "Tajuk Rindu" yang dibawakan para penari asal Desa Mensubang. Suasana malam juga dimeriahkan penampilan Arwana Band yang menghibur ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. (afi)

 

Editor : Miftakhair
#PSBM Ketapang #desa mensubang #wabup ketapang #agenda tahunan #budaya melayu