Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Panen Jagung Hibrida di Ketapang Tembus Proyeksi 6,4 Ton, Polsek MHU Turut Kawal Ketahanan Pangan

Ahmad Sofi • Kamis, 9 Juli 2026 | 08:53 WIB
Kapolsek MHU, IPTU Ruswanto, hadir langsung dalam panen jagung hibrida, Selasa (7/7) sore.(IST)
Kapolsek MHU, IPTU Ruswanto, hadir langsung dalam panen jagung hibrida, Selasa (7/7) sore.(IST)

PONTIANAK POST - Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan di lapangan. Salah satunya dilakukan Polsek Matan Hilir Utara (MHU) dengan menghadiri sekaligus memantau proses panen jagung hibrida di lahan milik PT. KALE (FR Group) di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Selasa (7/7) sore.

Panen jagung tersebut tersebut berlangsung di lahan seluas 1 hektare dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Matan Hilir Utara, IPTU Ruswanto, serta perwakilan perusahaan.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek bersama pihak perusahaan juga melaksanakan pengubinan untuk memperkirakan hasil panen. Dari sampel lahan berukuran 2,5 meter x 2,5 meter diperoleh hasil sekitar 4 kilogram, sehingga diproyeksikan total produksi jagung hibrida mencapai sekitar 6,4 ton untuk lahan seluas 1 hektare.

Baca Juga: Pemkab Ketapang Gandeng PSN Hadirkan Internet ke Desa Blank Spot, Akses Digital Ditargetkan Makin Luas

Kapolsek Matan Hilir Utara, IPTU Ruswanto, mengatakan keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong sinergi dengan dunia usaha dan masyarakat.

“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar ketahanan pangan,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi bersama perusahaan dan masyarakat, diharapkan hasil pertanian semakin meningkat dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Proses panen diperkirakan berlangsung selama dua hari. Sementara itu, hasil pengecekan menunjukkan kadar air jagung saat ini berada pada kisaran 24 persen sehingga masih memerlukan proses penanganan lanjutan sebelum memasuki tahap distribusi. (afi)

 

 

Editor : Miftakhair
#POLSEK MHU #panen jagung #jagung hibrida #ketahanan pangan #ketapang