Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Ratusan Pelari Meriahkan Bhayangkara Run 2026, Hidupkan Kembali Car Free Day di Ketapang

Hanif • Selasa, 14 Juli 2026 | 13:49 WIB
Bupati dan Kapolres Ketapang melepas peserta Bhayangkara Run 2026 di halaman Citi Mall Ketapang, Minggu (12/7) pagi. (ISTIMEWA)
Bupati dan Kapolres Ketapang melepas peserta Bhayangkara Run 2026 di halaman Citi Mall Ketapang, Minggu (12/7) pagi. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Ratusan pelari padati halaman Citimall Ketapang Minggu (12/7) pagi. Para peserta tersebut mengikuti Bhayangkara Run 2026 yang digelar Polres Ketapang dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara. Kemeriahan acara ini semakin terasa dengan kehadiran jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, komunitas lokal, hingga deretan figur publik ibu kota seperti Tarra Budiman, Danar Gurito, dan Rolan Sihombing yang turut berbaur di tengah meleburnya semangat warga. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengapresiasi langkah Polres Ketapang yang tidak hanya sukses menggerakkan massa lewat olahraga, tetapi juga berhasil menghidupkan kembali tradisi Car Free Day (CFD) di Ketapang.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggitingginya kepada Kapolres Ketapang beserta seluruh jajaran," ucap Alex. "Kehadiran kembali Car Free Day merupakan langkah positif yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk hidup lebih sehat sekaligus mempererat kebersamaan," lanjutnya. Baginya, esensi dari Bhayangkara Run ini jauh melampaui sebuah kompetisi lari atau sekadar ajang olahraga rekreasi.

Acara ini adalah simbol nyata dari kuatnya sinergi antara Polri, Pemerintah Daerah, TNI, sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan ini diyakini menjadi pondasi utama dalam menjaga stabilitas wilayah. "Semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Ketapang. Daerah yang aman akan menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya. Menghadapi tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks ke depan, Alex mengingatkan bahwa ego sektoral harus dikesampingkan.

Baca Juga: Panen Jagung Hibrida di Ketapang Tembus Proyeksi 6,4 Ton, Polsek MHU Turut Kawal Ketahanan Pangan

Kolaborasi dan semangat gotong royong antarinstansi adalah kunci utama untuk membawa perubahan nyata bagi Ketapang. Melalui momentum sewindu usia Bhayangkara ini, dia berharap Polres Ketapang dapat terus bertransformasi menjadi institusi yang modern, profesional, dan semakin lekat di hati masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah. Sementara itu, Kapolres Hunian di Desa Riam Berasap Jaya Digrebek gan sampai generasi muda Kayong Utara menjadi korban akibat lemahnya pengawasan terhadap peredaran narkotika," ujarnya.

Menurut Syaeful, penindakan hukum harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika muncul kasus yang menyita perhatian publik. Pengawasan terhadap jalur-jalur yang dianggap rawan juga harus diperkuat. "Wilayah pelabuhan memiliki potensi besar dimanfaatkan sebagai jalur masuk peredaran narkotika. Karena itu, saya berharap aparat meningkatkan pengawasan, memperbanyak operasi, dan melakukan pemetaan terhadap titiktitik yang dianggap rawan," katanya. Politisi GELORA tersebut juga meminta seluruh aparat penegak hukum memperkuat koordinasi agar upaya pemberantasan narkotika berjalan lebih efektif. "Saya percaya aparat memiliki kemampuan untuk memberantas peredaran narkotika. Yang dibutuhkan saat ini adalah langkah yang lebih masif, lebih terukur, dan lebih konsisten. 

Masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian bahwa negara hadir melindungi mereka," tegasnya. Selain penegakan hukum, Syaeful menilai upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga diminta aktif memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. "Perang melawan narkotika bukan hanya tugas kepolisian atau aparat penegak hukum. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama.

Sementara itu, Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, mengatakan Ketapang Bhayangkara Run bukan sekadar perlombaan lari, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan antara Polri dan masyarakat. "Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, mempererat silaturahmi, serta membangun semangat persatuan," kata Harris.

Baca Juga: Harris Simpati Fun Run: Lari Sambil Pungut Sampah, Warga Pontianak Tanam Harapan Hijau

Perlombaan dibagi dalam dua kategori, yakni 5 kilometer pelajar yang diikuti sekitar 115 peserta dan 5 kilometer umum dengan sekitar 573 peserta. Para pelari menempuh rute yang dimulai dari Citimall Ketapang menuju simpang RSUD dr. Agoesdjam, Jalan Kolonel Sugiono, Simpang H. Sani, Bundaran Ale- Ale, Bundaran DMC, Jalan R. Suprapto, sebelum kembali finis di Citimall Ketapang. Selain memperebutkan hadiah podium dengan total puluhan juta rupiah untuk kategori umum maupun pelajar putra dan putri, panitia juga menyediakan berbagai doorprize menarik, termasuk voucher umrah gratis. (afi)

Editor : Hanif
#Bhayangkara Run 2026 #pelari #simbol kebersamaan #ketapang #hidup sehat