Kapal BBM Tiba di Ketapang, Pasokan 1,93 Juta Liter Diharapkan Akhiri Kelangkaan

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 19:39 WIB
Antrean kendaraan mulai normal di SPBU di Kabupaten Ketapang. Sebelumnya pasokan BBM sempat mengalami kelangkaan beberapa waktu lalu. Setelah kapal pengangkut membawa 1,93 juta liter BBM tiba di Terminal Fuel Jobber Ketapang, stok di SPBU dipastikan kembali aman dan distribusi mulai dinormalisasi.
Antrean kendaraan mulai normal di SPBU di Kabupaten Ketapang. Sebelumnya pasokan BBM sempat mengalami kelangkaan beberapa waktu lalu. Setelah kapal pengangkut membawa 1,93 juta liter BBM tiba di Terminal Fuel Jobber Ketapang, stok di SPBU dipastikan kembali aman dan distribusi mulai dinormalisasi.

 

PONTIANAK POST – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di Kabupaten Ketapang mulai teratasi. Kapal pengangkut BBM telah bersandar di Terminal Fuel Jobber (TFJ) Ketapang dengan membawa sekitar 1,93 juta liter BBM, sehingga stok di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dipastikan kembali mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepastian tersebut disampaikan Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kasi Humas Polres Ketapang IPTU Simatupang, Minggu (19/7). Menurutnya, pasokan baru itu segera didistribusikan ke SPBU di wilayah Kabupaten Ketapang agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal.

Pasokan Didominasi Pertalite dan B40

Iptu Simatupang menjelaskan, kapal pengangkut BBM tiba di Terminal Fuel Jobber Ketapang pada Rabu (15/7). Kapal tersebut membawa total sekitar 1.933.705 liter BBM yang terdiri atas 901.328 liter Pertalite, 148.101 liter Pertamax, dan 884.276 liter B40.

Seluruh pasokan tersebut langsung disiapkan untuk didistribusikan ke berbagai SPBU di Kabupaten Ketapang guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang dalam beberapa pekan terakhir sempat terdampak keterbatasan stok.

"Seluruh pasokan itu akan segera didistribusikan ke sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang sehingga dipastikan stok ketersediaan BBM untuk kebutuhan masyarakat aman," ujar IPTU Simatupang.

Warga Diimbau Tidak Panic Buying

Seiring normalnya pasokan, Polres Ketapang mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Menurut IPTU Simatupang, perilaku panic buying justru berpotensi mengganggu distribusi dan mempercepat habisnya stok di SPBU, meskipun pasokan sebenarnya mencukupi.

"Pihak kami mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak melakukan panic buying atau pembelian secara berlebihan," katanya.

Pemda Upayakan Tambahan Kuota BBM

Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memperoleh tambahan kuota BBM.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi lonjakan kebutuhan sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia dalam jangka panjang.

Polres Awasi Distribusi agar Tepat Sasaran

Polres Ketapang menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap proses penyaluran BBM agar berjalan sesuai ketentuan.

Pengawasan dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan distribusi maupun praktik penimbunan yang dapat kembali memicu kelangkaan di lapangan.

"Kami memastikan terus mengawasi penyaluran BBM agar sesuai aturan dan mencegah potensi penyalahgunaan maupun penimbunan BBM. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Kabupaten Ketapang," pungkas IPTU Simatupang.

Distribusi BBM Diharapkan Kembali Normal

Masuknya pasokan hampir dua juta liter BBM menjadi kabar yang ditunggu masyarakat setelah sempat terjadi kelangkaan di sejumlah SPBU di Ketapang beberapa waktu lalu. Dengan distribusi yang mulai berjalan, aktivitas masyarakat dan sektor transportasi diharapkan kembali normal.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
stok BBM Ketapang kapal pengangkut BBM SPBU Ketapang distribusi Pertalite panic buying BBM