PONTIANAK POST - MEMASUKI musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, mengecek kesiapan personel serta sarana dan prasarana di Posko Karhutla Kecamatan Matan Hilir Selatan, Jumat (17/7).
Pengecekan dilakukan di dua lokasi, yakni Posko Karhutla Dusun Sirih, Desa Sungai Besar, serta Posko Karhutla Desa Pelang. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Kepala Pelaksana BPBD Ketapang Yunifar P, unsur TNI, Brimob, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), Masyarakat Peduli Api (MPA), kepala dusun, serta para personel yang bertugas di posko.
Selain mengecek kesiapan personel, Kapolres juga meninjau kondisi peralatan pemadaman kebakaran serta memastikan seluruh perlengkapan dapat digunakan dengan baik apabila sewaktu-waktu terjadi karhutla. Para personel juga diberikan arahan mengenai tata cara penggunaan peralatan serta langkah-langkah penanganan awal apabila ditemukan titik api.
Usai melakukan pengecekan di Posko Karhutla Desa Pelang, Kapolres Ketapang juga meninjau kondisi kanal yang berada di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Pengecekan untuk memastikan ketersediaan debit air di kanal yang menjadi salah satu sumber pasokan air bagi proses pemadaman apabila terjadi karhutla.
Harris menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh personel dan sinergi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman karhutla.
"Kesiapan personel, kelengkapan peralatan, serta koordinasi antarinstansi harus selalu terjaga. Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif, sehingga kami mengajak seluruh petugas dan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu karhutla," tegas Harris.
Para petugas juga diminta untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla dan pentingnya menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran. (afi)
Editor : Miftakhair