SPBU di Ketapang Kehabisan Stok, Dinas Perdagangan Bersama Polres dan Kejaksaan Perketat Pengawasan BBM

Ahmad Sofi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 11:19 WIB
Ilustrasi BBM.
Ilustrasi BBM.
PONTIANAK POST - Hingga Selasa (21/7), Bahan Bakar Minyak (BBM) di Ketapang masih sulit didapatkan. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tutup karena kehabisan stok. Mengantisipasi terhadap penyelewengan BBM, Dinas Perdagangan, Polres, Kejaksaan, dan DPC Hiswana Migas Ketapang melakukan sidak ke sejumlah SPBU, Senin (20/7). Hal ini sebagai langkah sekaligus memberantas praktik penyelewengan BBM.

Kepala Dinas Perdagangan Ketapang, Tarsius, menegaskan bahwa pengawasan ketat dan tindakan tegas tanpa pandang bulu menjadi fokus utama dalam kolaborasi lintas sektor ini, "Penyelewengan BBM subsidi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga langsung berdampak pada masyarakat kecil dan sektor produktif daerah yang berhak menerimanya."

Dia menjelaskan, melalui sinergi bersama Polres, Kejaksaan, dan Hiswana Migas, pihaknya akan mengawal ketat rantai distribusi BBM di Ketapang. Sinergisitas ini mencakup pemetaan titik-titik rawan, pengawasan berkala ke SPBU, hingga penegakan hukum yang responsif. Polres Ketapang siap mengerahkan personil untuk melakukan tindakan pengamanan dan penegakan hukum di lapangan jika ditemukan adanya indikasi tindak pidana penyalahgunaan BBM.

Baca Juga: Kapal BBM Tiba di Ketapang, Pasokan 1,93 Juta Liter Diharapkan Akhiri Kelangkaan

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Ketapang akan mengawal dari sisi kepastian hukum dan penuntutan agar memberikan efek jera bagi para pelaku. Di sisi lain, Hiswana Migas Ketapang selaku mitra penyalur berkomitmen penuh untuk menginstruksikan seluruh anggotanya dan operator pangkalan/SPBU agar memperketat SOP penjualan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Masyarakat juga kami imbau untuk ikut serta menjadi mata dan telinga pemerintah dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan BBM di lingkungan sekitar," ajaknya. Dengan adanya komitmen bersama ini, diharapkan pasokan BBM di Kabupaten Ketapang tetap stabil, aman, dan benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. (afi)

Editor : Miftakhair
BBM Bersubsidi spbu Kelangkaan BBM