Satu Nyawa Melayang akibat Karhutla di Ketapang, Polisi Beberkan Kronologi Lengkap: Pemotor Nekat Terobos Asap

Ahmad Sofi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 16:24 WIB
Salah satu korban selamat akibat Karhutla di Jalan Pelang-Kepuluk, dievakuasi dalam keadaan sesak napas. (ISTIMEWA)
Salah satu korban selamat akibat Karhutla di Jalan Pelang-Kepuluk, dievakuasi dalam keadaan sesak napas. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Ketapang menelan korban jiwa. Seorang pria bernama Taufik Hidayat (26), meninggal dunia setelah terkepung api Karhutla di ruas Jalan Pelang-Kepuluk antara kilometer 5 hingga kilometer 7, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Selasa (4/8) malam.

Kebakaran lahan melanda kawasan Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan sejak beberapa hari lalu. Sekitar 20 hektar lahan hangus terbakar akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar. Rumput yang mengering akibat kemarau, ditambah kawasan tersebut merupakan lahan gambut, membuat api dengan cepat menyebar luas.

Pada Selasa (4/8) malam, api meluas dan mulai mendekati ruas Jalan Pelang-Kepuluk. Api yang sudah sangat dekat jalan membuat jarak pandang di jalan tersebut sangat buruk. Kendaraan, khususnya roda dua, memutuskan untuk berhenti karena tidak berani menerobos kepulan asap.

Baca Juga: El Nino Ancam Kalbar dari Dua Sisi: Bukan Cuma Karhutla, Kini Krisis Air Bersih Mulai Meluas

Di saat itu, beberapa pengendara sepeda motor, termasuk lima korban ini, diduga nekad menerobos kepulan asap yang sudah menutupi jarak pandang. Beberapa saat kemudian, beberapa orang dinyatakan hilang. Tim gabungan pun langsung melakukan pencarian.

Salah satu anggota BPBD Ketapang, Karyadi, yang ikut dalam pencarian tersebut menyisir sepanjang jalan yang kanan-kirinya sudah terbakar. Mereka juga menyisir ke dalam parit yang ada di samping jalan untuk mencari korban.

Setelah menyeusuri beberapa titik, tim menemukan empat korban selamat. Beberapa dari mereka ditemukan menyelamatkan diri ke dalam parit. Beberapa korban langsung dibawa ke rumah sakit karena mengalami sesak napas.

Tim melanjutkan pencarian terhadap satu orang lainnya, yakni Taufik Hidayat. Setelah melakukan penyisiran, tim menemukan Taufik Hidayat sudah dalam keadaan meninggal dunia. Selain itu, satu sepeda motor juga ditemukan hangus terbakar.

Baca Juga: Karhutla di Gunung Bromo Belum Padam, Luas Lahan Terbakar Capai 10 Hektare dan Petugas Padamkan Api dengan Ranting Pohon

Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, mengatakan dalam peristiwa tersebut terdapat lima orang yang sempat terjebak di lokasi kebakaran. "Empat orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara satu orang meninggal dunia," kata Harris, Rabu (5/8).

Dia menjelaskan, korban diketahui mengalami sesak napas saat berupaya menyelamatkan diri dengan menerobos kepulan asap dan kobaran api di sekitar Jalan Pelang kilometer 5. Korban kemudian tidak sadarkan diri dan tubuhnya tersambar api hingga akhirnya meninggal dunia.

Proses pemadaman hingga saat ini masih menghadapi sejumlah kendala. Kencangnya tiupan angin membuat api terus menjalar, sementara karakteristik lahan berupa gambut yang tebal dan kering semakin menyulitkan upaya pemadaman.

Selain itu, tidak tersedianya sumber air di sekitar lokasi mengharuskan armada pemadam mengambil pasokan air dari permukiman warga yang berjarak sekitar 10 kilometer.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, selain melanggar hukum, tindakan tersebut sangat berbahaya karena dapat memicu kebakaran yang meluas, merusak lingkungan, serta mengancam keselamatan masyarakat. Kami juga akan melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran ini," tegas Harris.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengaku prihatin dan ikut berbela sungkawa atas musibah ini. 

Baca Juga: Polres Kubu Raya Siagakan Armada dan Personel Karhutla, Bandara Supadio Jadi Fokus Antisipasi Asap

"Saya mewakili seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang, mengucapkan turut berduka cita yang sangat mendalam atas kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan," ucap Alex.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. "Karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa," pesannya.

Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta seluruh unsur terkait terus melakukan upaya penanganan di lokasi kejadian, termasuk pencarian, evakuasi, dan penanggulangan kebakaran agar peristiwa serupa tidak kembali menimbulkan korban jiwa. (afi)

Editor : Miftahul Khair
korban meninggal dunia karhutla kronologi kabut asap merenggut nyawa