Destinasi Wisata Andalan Kalbar Terbakar Hebat, Warga Desa Sinar Kuri Minta Segera Ditangani

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:27 WIB
Bukit Kuri terbakar – Kobaran api dan kepulan asap masih menyelimuti kawasan wisata Bukit Kuri, Desa Sinar Puri, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kamis (6/8) siang. Kebakaran yang terus meluas mengancam destinasi wisata yang pernah masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API), sementara warga mendesak pemerintah segera menerjunkan helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman.
Bukit Kuri terbakar – Kobaran api dan kepulan asap masih menyelimuti kawasan wisata Bukit Kuri, Desa Sinar Puri, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kamis (6/8) siang. Kebakaran yang terus meluas mengancam destinasi wisata yang pernah masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API), sementara warga mendesak pemerintah segera menerjunkan helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman.

 

PONTIANAK POST – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Sinar Puri, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, terus membesar hingga merambah kawasan wisata Bukit Kuri. Destinasi alam yang pernah masuk tiga besar nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) itu kini terancam dilalap api, sementara warga mendesak pemerintah segera menerjunkan helikopter water bombing karena upaya pemadaman dari darat dinilai sudah tidak lagi mampu mengendalikan kebakaran.

Api yang mulai muncul sejak malam 4 Agustus itu hingga Kamis (6/8) belum juga berhasil dipadamkan. Sebaliknya, kobaran api terus meluas ke berbagai titik dan semakin sulit dijangkau akibat kondisi medan perbukitan yang terjal.

Kepala Desa Sinar Puri, Adi Kusuma, mengatakan seluruh kemampuan masyarakat bersama tim gabungan telah dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, besarnya kebakaran membuat upaya manual tidak lagi efektif.

"Kami sangat membutuhkan helikopter water bombing. Dengan kondisi sekarang, cara manual sudah tidak mampu memadamkan api. Semua upaya sudah kami lakukan, tetapi api terus meluas," ujar Adi.

Menurutnya, warga bahkan telah beberapa kali naik ke kawasan perbukitan untuk memadamkan api secara langsung. Upaya tersebut dilakukan dengan risiko tinggi karena harus menghadapi kobaran api di medan yang sulit.

"Kami sudah sampai tiga kali naik ke lokasi titik api dengan mempertaruhkan keselamatan. Yang kami khawatirkan sekarang adalah muncul korban jika kondisi ini terus berlanjut," katanya.

Adi menegaskan, kebutuhan paling mendesak saat ini bukan lagi penambahan personel di lapangan, melainkan dukungan pemadaman dari udara. Ia menilai hanya helikopter water bombing yang mampu menjangkau titik-titik api yang kini berada di kawasan perbukitan dan sulit diakses melalui jalur darat.

"Kami berharap bantuan itu segera datang. Mohon juga kepada rekan-rekan media membantu menyampaikan kondisi ini kepada pemerintah agar penanganannya bisa dipercepat," ucapnya.

Ia menjelaskan, berbagai unsur telah turun langsung melakukan penanganan kebakaran. Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ketapang Utara, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, pihak perusahaan, relawan masyarakat, hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terus berjibaku memadamkan api.

Namun, besarnya kebakaran dan kondisi geografis yang sulit membuat seluruh upaya tersebut belum mampu menghentikan laju api.

Yang paling dikhawatirkan masyarakat adalah ancaman terhadap Bukit Kuri, destinasi wisata alam yang selama ini menjadi kebanggaan warga Desa Sinar Puri. Kawasan tersebut dikenal memiliki panorama perbukitan dan menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Kabupaten Ketapang. Bahkan, Bukit Kuri pernah masuk tiga besar nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API), sehingga kebakaran yang kini melanda kawasan tersebut dinilai tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpotensi menghilangkan aset wisata daerah.

Selain kerusakan ekosistem, kebakaran yang terus berlangsung juga berisiko mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata dan jasa pendukung di kawasan tersebut apabila tidak segera dikendalikan.

Di tengah kobaran api yang terus membesar, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah darurat dengan mengerahkan armada pemadaman udara sebelum kebakaran semakin meluas dan menimbulkan korban jiwa.

"Kami mohon agar segera dibantu helikopter water bombing. Sudah tidak ada cara lain lagi," tutur Adi dengan nada lirih. (Nda)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
helikopter water bombing Bukit Kuri Ketapang darurat karhutla ketapang