Korban Karhutla Jalan Pelang Ketapang Dapat Santunan, 87 Personel Dikerahkan Padamkan Api

Ahmad Sofi • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:43 WIB
Petugas masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran di Pelang, Matan Hilir Selatan, Rabu (5/8). (ISTIMEWA)
Petugas masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran di Pelang, Matan Hilir Selatan, Rabu (5/8). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Ketapang menyerahkan tali asih kepada korban meninggal dunia, Taufik Hidayat, akibat Karhutla di Jalan Pelang. Bantuan santunan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah Ketapang, Repalianto, di kediaman korban di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Rabu (5/8). Repal menyampaikan santunan tersebut dan diserahkan kepada istri dan anak korban yang masih berusia 6 tahun.

Usai menyerahkan santunan, Repal turun langsung meninjau lokasi Karhutla) di ruas Jalan Pelang–Kepuluk KM 5 hingga KM 10, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Kedatangannya tersebut untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan optimal sekaligus mengevaluasi langkah-langkah percepatan pemadaman di lapangan.

“Kami terus mengerahkan personel bersama seluruh instansi terkait untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, sehingga kami juga mengimbau pengguna jalan agar mematuhi arahan petugas,” ungkap Repal.

Baca Juga: Prabowo Minta Karhutla Dicegah, Menhut Tegaskan Keselamatan Masyarakat Prioritas

Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah musim kemarau seperti saat ini.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Segera melapor jika menemukan titik api, sehingga dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas,” ajaknya.

Berdasarkan hasil pengecekan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Kawasan tersebut merupakan wilayah yang sering mengalami kebakaran saat musim kemarau. Proses pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan. 

Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Di antaranya kondisi angin yang cukup kencang sehingga api cepat menjalar, karakteristik lahan gambut yang tebal dan kering, serta minimnya sumber air di sekitar lokasi. Untuk memenuhi kebutuhan air, armada pemadam harus mengambil pasokan dari permukiman warga dengan jarak sekitar 10 kilometer.

Baca Juga: Adrianus Asia Sidot Nilai Pemerintah Belum Serius Hadapi Karhutla Kalbar

Dalam operasi penanganan karhutla tersebut, sebanyak 87 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari 13 personel Polres Ketapang, 15 personel Yon TP 832, 4 personel Koramil 1203-13/MHS, 28 personel BPBD Ketapang, 15 personel Manggala Agni, 2 personel Satpol PP, 5 anggota LPHD Desa Sungai Pelang, dan 5 anggota LPHD Desa Sungai Besar. (afi)

Editor : Miftakhair
korban karhutla lahan gambut terbakar personel pemkab ketapang Jalan Pelang