PONTIANAK POST - Antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Ketapang berangsur normal. Antrean panjang yang biasanya sampai membuat lalulintas macet kini sudah tidak ada lagi.
Sejak beberapa hari terakhir, pengantre yang menggunakan sepeda motor tak lagi mengular. Hal ini berkat diberlakukannya kebijakan batas maksimal pengisian di SPBU. Selain itu, suplay BBM ke kios pengecer juga dianggap ampuh untuk mengurai antrean di SPBU.
Ketua DPRD Ketapang, Achmad Sholeh, bersama Ketua DPC Hiswana Migas Ketapang, Riza Fauzan, meninjau langsung kondisi sejumlah SPBU di wilayah Kota Ketapang. Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang sebelumnya digelar DPRD Ketapang bersama pemerintah daerah, Pertamina, Hiswana Migas, aparat penegak hukum, dan pengelola SPBU.
Rombongan meninjau langsung pelayanan di beberapa SPBU sekaligus berdialog dengan pengelola guna memastikan distribusi BBM berjalan sesuai hasil koordinasi yang telah disepakati bersama.
"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam wilayah Kota Ketapang terlihat jauh lebih lancar dan tertib dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan dalam pengaturan distribusi BBM sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih baik," ungkap Sholeh, Kamis (6/8) sore.
Sebagai bagian dari upaya pemerataan distribusi, diterapkan penjatahan BBM bersubsidi, yakni maksimal 3 liter untuk kendaraan roda dua dan 20 liter untuk kendaraan roda empat. Langkah ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus mengurangi antrean panjang di SPBU.
Sholeh mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah bergerak cepat menindaklanjuti hasil rapat koordinasi. Menurutnya, kondisi antrean yang mulai terurai merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, Pertamina, Hiswana Migas, aparat penegak hukum, serta para pengelola SPBU.
Baca Juga: Polres Singkawang Pastikan Stok BBM di SPBU Singkawang Selatan Aman dan Distribusi Tetap Lancar
Dia juga berharap kondisi distribusi BBM yang mulai membaik ini dapat terus dipertahankan melalui koordinasi dan pengawasan bersama, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan antrean panjang di SPBU tidak kembali terjadi. (afi)
Editor : Miftahul Khair