Tekan Angka Putus Sekolah, CMI Raih Gold ISRA 2026 Lewat Program Pendidikan di Air Upas

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 16:19 WIB
MENERIMA PENGHARGAAN: Perwakilan PT Cita Mineral Investindo Tbk menerima penghargaan Gold kategori Education pada ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 di Swiss-Belhotel Surakarta, Kamis (6/8).
MENERIMA PENGHARGAAN: Perwakilan PT Cita Mineral Investindo Tbk menerima penghargaan Gold kategori Education pada ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 di Swiss-Belhotel Surakarta, Kamis (6/8).

 

PONTIANAK POST – Persoalan akses dan kualitas pendidikan masih menjadi tantangan bagi masyarakat di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang. Di tengah kondisi tersebut, upaya mendorong anak-anak tetap bersekolah dan memiliki akses terhadap pendidikan terus dilakukan melalui kolaborasi antara perusahaan, masyarakat dan lembaga pendidikan.

Salah satunya melalui Program GAS CERDAS (Gerakan Ayo Sekolah: Ciptakan Edukasi, Relasi dan Dukungan Anak Sekolah) yang dijalankan PT Cita Mineral Investindo Tbk (IDX: CITA) atau PT CMI di Site Air Upas sejak 2023.

Program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan tersebut mendapat pengakuan di tingkat nasional. CMI meraih penghargaan Gold kategori Education dalam Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 yang berlangsung di Swiss-Belhotel Surakarta, Kamis (6/8).

Penghargaan itu menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam meningkatkan akses pendidikan sekaligus membangun kapasitas anak dan keluarga di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Berangkat dari 89 Anak Putus Sekolah

GAS CERDAS tidak lahir dari persoalan yang abstrak. Program tersebut berangkat dari kondisi pendidikan yang dihadapi masyarakat Air Upas.

Berdasarkan pemetaan PGRI Kecamatan Air Upas pada 2025, tercatat 89 anak mengalami putus sekolah. Angka tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan besar untuk memastikan anak-anak di wilayah tersebut memperoleh kesempatan pendidikan yang layak.

CITA kemudian menjalankan sejumlah kegiatan melalui GAS CERDAS. Program tersebut mencakup Kelas Inspirasi, Parenting Kolaboratif, Kelas Kewirausahaan, PUSAKA (Pembelajaran Ekologi Berbasis Kearifan Lokal), serta dukungan pendidikan nonformal melalui Yayasan Zetta Learning Center.

Pendekatan yang digunakan tidak hanya menyasar siswa. Orang tua juga dilibatkan agar persoalan pendidikan tidak dibebankan kepada anak dan sekolah semata.

Kelas Inspirasi dan Kelas Industri, misalnya, memberikan kesempatan kepada siswa mengenal pendidikan lanjutan, dunia kerja hingga berbagai pilihan profesi. Sementara Parenting Kolaboratif diarahkan untuk memperkuat pemahaman orang tua mengenai pentingnya pendampingan anak dalam proses pendidikan.

Bukan Sekadar Sekolah, tetapi Menyiapkan Keterampilan

GAS CERDAS juga memperluas pendekatan pendidikan melalui pengembangan keterampilan.

Sebanyak 25 siswa mengikuti Kelas Kewirausahaan yang memberikan pembekalan mengenai kreativitas, kemampuan berwirausaha serta pengolahan produk berbasis potensi lokal.

Di sisi lain, sebanyak 10 masyarakat kurang mampu difasilitasi mengikuti program Kejar Paket C melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan nonformal. Langkah tersebut membuka kembali kesempatan bagi masyarakat yang sebelumnya telah keluar dari sistem pendidikan formal untuk memperoleh pendidikan kesetaraan.

Sementara itu, sebanyak 17 siswa mengikuti Kelas Inspirasi dan Kelas Industri. Sebanyak 17 orang tua atau wali murid juga mengikuti Parenting Kolaboratif.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di Air Upas tidak hanya diarahkan pada kemampuan akademik. Program juga menyentuh aspek karakter, keterampilan, peran keluarga, budaya lokal dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dampak Program Mulai Terukur

Dampak GAS CERDAS juga diukur melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI). Pada 2026, program tersebut mencatat nilai manfaat sosial sebesar 1,37.

Bagi CMI, angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa investasi sosial di bidang pendidikan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Direktur PT Cita Mineral Investindo Tbk, Yusak L. Pardede, mengatakan penghargaan ISRA 2026 merupakan apresiasi terhadap kolaborasi berbagai pihak dalam membangun masa depan pendidikan di Air Upas.

“Melalui Program GAS CERDAS, kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi diri, memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kebanggaan terhadap budaya lokal,” ujar Yusak.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari pembangunan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Diharapkan Tak Berhenti di Air Upas

Penghargaan Gold ISRA 2026 sekaligus menjadi dorongan agar program pendidikan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan tahunan.

CMI berharap GAS CERDAS dapat dikembangkan menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan lebih luas, tidak hanya di wilayah lingkar tambang Site Air Upas, tetapi juga di wilayah lainnya dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.

“Kami berharap GAS CERDAS dapat terus berkembang menjadi model kolaborasi yang mampu melahirkan generasi muda Air Upas yang cerdas, berkarakter, adaptif serta memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan,” katanya.

Bagi masyarakat Air Upas, keberlanjutan program menjadi penting karena persoalan pendidikan tidak selesai hanya dengan membuka akses sekolah. Anak-anak juga membutuhkan dukungan keluarga, keterampilan, wawasan mengenai masa depan serta lingkungan belajar yang mendorong mereka terus berkembang.

Melalui GAS CERDAS, upaya tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih luas. Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Cita Mineral Investindo Cita gold isra pendidikan CMI