PONTIANAK POST – Sebulan tidak diguyur hujan membuat warga Desa Tanjung Baik Budi, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, kesulitan mendapatkan air bersih. Polres Ketapang kemudian menyalurkan 16 ton air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, Senin (10/8/2026).
Bantuan air bersih Ketapang tersebut disalurkan sekitar pukul 10.00 WIB di Kantor Desa Tanjung Baik Budi, Jalan Ketapang–Sukadana KM 35, Dusun II. Air didistribusikan menggunakan kendaraan Water Cannon dan mobil tangki.
Sebulan Menunggu Hujan
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan kemarau membuat sumber air warga terbatas. Kondisi itu mendorong kepolisian menyalurkan air sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada warga Desa Tanjung Baik Budi atas antusiasmenya. Kegiatan yang kami lakukan merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Saat ini sudah sekitar satu bulan tidak turun hujan sehingga masyarakat mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih,” ujar Muhammad Harris.
Air yang disalurkan diprioritaskan untuk kebutuhan dasar warga. Masyarakat juga diimbau menggunakan bantuan tersebut secara bijak agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Bukan Hanya Air Bersih
Dalam kegiatan bertajuk Polisi Peduli Masyarakat itu, Polres Ketapang juga membagikan masker kepada warga. Bantuan beras murah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) turut disalurkan.
Kapolres Ketapang hadir bersama Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin serta sejumlah pejabat utama dan personel Polres Ketapang.
Bantuan tersebut diberikan ketika masyarakat menghadapi tekanan akibat kondisi cuaca kering. [Tambahkan data BMKG atau BPBD terbaru mengenai kondisi curah hujan, kekeringan, atau dampak kemarau di Kecamatan Matan Hilir Utara/Ketapang.]
Kemarau Juga Tingkatkan Risiko Karhutla
Selain persoalan air bersih, kondisi kering meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Muhammad Harris mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran, terutama saat membuka atau membersihkan lahan.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, terutama pembakaran lahan, serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif,” tegasnya.
Apalagi saat ini tim gabungan berjibaku memadamkan api di berbagai titik. Menurut BPBD, terbatasnya sumber air menjadi salah satu kendala utama dalam pemadaman. Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap hujan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga membantu penanganan kebakaran di lapangan.
mengalami luka bakar dan mendapat perawatan di rumah sakit.
Bantuan Akan Menyasar Wilayah Lain
Polres Ketapang menyatakan penyaluran air bersih akan dilakukan secara bertahap ke wilayah lain yang membutuhkan.
“Kedepannya kami akan terus menyalurkan air bersih dan masker kepada warga di wilayah lain yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” pungkas Muhammad Harris.
Bagi warga Tanjung Baik Budi, bantuan 16 ton air tersebut setidaknya memberi ruang bernapas di tengah persediaan air yang semakin terbatas. Namun, kebutuhan warga akan tetap bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan sumber air selama kemarau.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro