Replanting Kelapa Sawit di Ketapang Didorong Tak Sekadar Kejar Produksi, Ini Pesan Penting Pemkab 97

Ahmad Sofi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:11 WIB
Repalianto
Repalianto

PONTIANAK POST - Sekretaris Daerah Ketapang, Repalianto, mendorong pelaksanaan peremajaan (replanting) kelapa sawit tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sektor perkebunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. Repal mengatakan replanting merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan usaha perkebunan, khususnya ketika tanaman kelapa sawit telah memasuki usia tidak produktif dan mengalami penurunan hasil.

Menurutnya, peremajaan tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan mengganti tanaman lama dengan tanaman baru. Replanting merupakan investasi jangka panjang yang berkaitan dengan masa depan perusahaan, masyarakat, perkebunan, dan daerah.

"Replanting bukan sekadar kegiatan mengganti tanaman sawit yang sudah tua menjadi tanaman baru. Lebih dari itu, replanting merupakan investasi untuk masa depan perkebunan, perusahaan, masyarakat, dan daerah," kata Repal, saat membuka sosialisasi replanting kelapa sawit PT. Ayu Sawit Lestari, di Kantor Bupati Ketapang, Selasa (11/8).

Baca Juga: Karolin Apresiasi Panen Jagung di Lahan Bekas Sawit Replanting

Dia menjelaskan, peningkatan produktivitas perkebunan perlu didukung dengan penggunaan bahan tanam unggul, penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta pengelolaan perkebunan secara profesional. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus memperkuat daya saing komoditas kelapa sawit. Dia menegaskan, Pemkab Ketapang akan terus mendorong pembangunan sektor perkebunan agar dapat berkembang secara produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

"Peningkatan produktivitas, peremajaan, penguatan sarana dan prasarana, serta tata kelola yang berkelanjutan merupakan bagian penting dalam pengembangan sektor kelapa sawit," ungkapnya. 

Pemkab Ketapang menyambut baik pelaksanaan replanting tersebut. Program tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas perkebunan, sekaligus memperkuat kontribusi sektor sawit terhadap perekonomian daerah. Namun, dia mengingatkan agar pelaksanaan replanting tidak berhenti pada proses penanaman kembali. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun pola pengelolaan perkebunan yang lebih modern, produktif, ramah lingkungan, serta mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar.

Dia juga meminta perusahaan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan kerja selama seluruh tahapan replanting berlangsung. Di sisi lain, komunikasi dan hubungan sosial dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional juga harus terus diperkuat.

Baca Juga: Limbah Kelapa Sawit Berpotensi Jadi Produk UMKM Bernilai Tinggi, Pasokannya Melimpah

"Perusahaan tidak dapat berdiri sendiri. Keberhasilan perkebunan juga sangat dipengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, mari kita bangun hubungan yang saling menghormati, saling menguntungkan, dan berkelanjutan," tegasnya.

Keberadaan perusahaan perkebunan di Ketapang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat dan daerah. Kontribusi tersebut dapat dilakukan melalui penyerapan tenaga kerja lokal, pengembangan usaha masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga program pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran.

"Mari kita jadikan replanting ini sebagai awal dari babak baru perkebunan kelapa sawit yang lebih produktif, lebih berkelanjutan, dan lebih memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (afi)

Editor : Miftakhair
warga bermanfaat ketapang Replanting Sawit kelapa sawit