Prodi Agroindustri Politap Berdayakan Warga Sukabaru: Kulit Udang Disulap Jadi Penyedap Rasa

Hanif PP • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:49 WIB
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Agroindustri Politeknik Negeri Ketapang (Politap) bersama masyarakat Desa Sukabaru, Kabupaten Ketapang, usai kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah kulit udang menjadi produk pangan bernilai tambah, Rabu (12/8/2026).
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Agroindustri Politeknik Negeri Ketapang (Politap) bersama masyarakat Desa Sukabaru, Kabupaten Ketapang, usai kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah kulit udang menjadi produk pangan bernilai tambah, Rabu (12/8/2026).

PONTIANAK POST - Program Studi Agroindustri Politeknik Negeri Ketapang (Politap) memberdayakan masyarakat Desa Sukabaru, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, melalui pelatihan pengolahan limbah kulit udang menjadi penyedap rasa bubuk bernilai ekonomi.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pemanfaatan Limbah Kulit Udang Menjadi Produk Pangan Bernilai Tambah” tersebut digelar Rabu (12/8) dan diikuti 20 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sukabaru, A. Rahman.

Desa Sukabaru merupakan salah satu wilayah pesisir Kabupaten Ketapang dengan aktivitas pengolahan hasil perikanan yang cukup aktif. Namun, limbah hasil pengolahan, termasuk kulit udang, selama ini masih banyak yang terbuang dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Serasah Mangrove Disulap Jadi Kompos, THP Politap Perkuat Ekonomi dan Kelestarian Pesisir Ketapang

Melalui pelatihan tersebut, tim PKM memperkenalkan teknologi sederhana untuk mengolah kulit udang menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah. Proses pengolahan meliputi pembersihan bahan baku, pengeringan, penepungan, formulasi bahan, hingga pengemasan produk.

Peralatan yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga agar mudah diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Dengan demikian, peserta diharapkan tidak hanya memahami proses selama pelatihan, tetapi juga mampu memproduksi penyedap rasa berbahan kulit udang secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

“Sangat mendukung kegiatan ini dalam pengolahan limbah, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar Desa Sukabaru,” ujar A. Rahman.

Selain keterampilan produksi, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai desain dan pengemasan produk. Materi tersebut mencakup pemilihan nama produk, warna, ilustrasi, tata letak tulisan, serta informasi yang perlu dicantumkan pada label, seperti komposisi dan berat bersih.

Baca Juga: COMPASS: Inovasi Jurusan Teknologi Pertanian POLNEP Bantu Siswa SMK SMTI Pontianak Menavigasi Karier

Sebagai contoh penerapan, tim PKM menggunakan kemasan toples untuk produk penyedap rasa bubuk yang dihasilkan. Pengemasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik sekaligus memberikan gambaran kepada peserta mengenai bentuk produk yang berpotensi dikembangkan untuk pasar.

Koordinator Program Studi Agroindustri Politap, A. Nova Zulfahmi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan pengabdian dosen kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud dari pengabdian dosen untuk masyarakat Desa Sukabaru, di mana hilirisasi hasil penelitian dosen dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Teknologi Pengairan dan Penggilingan Padi Dorong Kemandirian Petani Kubu Raya

Ketua tim PKM, Firmanillah Kamil berharap pelatihan tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk mengembangkan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan dan memanfaatkan potensi lokal sebagai peluang usaha baru.

Program pendampingan juga direncanakan berlanjut agar masyarakat tidak berhenti pada tahap pelatihan. Pendampingan diharapkan dapat membantu warga mengembangkan produk hingga memiliki kualitas dan kemasan yang siap dipasarkan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat mendorong pemanfaatan limbah perikanan menjadi produk pangan bernilai tambah. Selain membantu mengurangi limbah, inovasi tersebut juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir Desa Sukabaru. (*)

Editor : Rafael B. Junior
Agroindustri limbah kulit udang latih warga PKM politap