PONTIANAK POST – Lima titik panas atau hotspot terdeteksi di Desa Pembedilan, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kamis (13/8/2026). Menindaklanjuti temuan tersebut, Polres Ketapang bersama tim gabungan langsung melakukan pengecekan dan penanganan karhutla Ketapang di kawasan Cagar Alam (CA) Muara Kendawangan.
Hotspot terdeteksi dengan tingkat kepercayaan medium melalui aplikasi Lancang Kuning dari satelit SNPP dan NOAA-20. Personel Polsek Kendawangan bersama tim Damkar PT SKS kemudian berkoordinasi dengan BKSDA untuk menuju lokasi.
Tim gabungan menemukan areal terbakar sekitar satu hektare. Petugas langsung melakukan pemadaman, penyisiran, dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
Hasil pengecekan menunjukkan api telah padam. Area terbakar didominasi ilalang, semak belukar dan albasia dengan jenis kebakaran permukaan di atas tanah mineral.
Petugas Kesulitan Mendapatkan Sumber Air
Penanganan karhutla dilakukan dalam kondisi tidak tersedia sumber air di sekitar lokasi. Petugas mengandalkan sarana yang tersedia, termasuk pompa punggung, untuk memadamkan dan mendinginkan area terbakar.
Dugaan sementara, kebakaran berkaitan dengan aktivitas perburuan liar. Namun, penyebab tersebut masih berupa dugaan dan memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan pemantauan dan respons terhadap informasi hotspot akan terus ditingkatkan. Langkah cepat diperlukan agar api tidak meluas dan mengancam kawasan hutan.
“Setiap informasi hotspot akan segera kami tindak lanjuti bersama seluruh pihak terkait. Penanganan secara cepat dan sinergis sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas serta menjaga kawasan hutan dan lahan,” tegas Harris.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro