Dari Titik Merah di Satelit hingga Lahan Terbakar di Ketapang

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:51 WIB
Petugas gabungan melakukan groundcheck titik hotspot di wilayah Kecamatan Sungai Melayu, Kabupaten Ketapang, setelah terdeteksi melalui aplikasi Lancang Kuning, Kamis (13/8/2026).
Petugas gabungan melakukan groundcheck titik hotspot di wilayah Kecamatan Sungai Melayu, Kabupaten Ketapang, setelah terdeteksi melalui aplikasi Lancang Kuning, Kamis (13/8/2026).

 

PONTIANAK POST – Sebuah titik panas yang terpantau melalui satelit tidak berhenti sebagai angka di layar. Di Kabupaten Ketapang, informasi hotspot ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas.

Personel Polsek Tumbang Titi bersama TNI, tim patroli karhutla perusahaan, dan masyarakat melakukan groundcheck pada Kamis (13/8/2026). Pengecekan menyasar sejumlah lokasi di Desa Karya Mukti, Desa Makmur Abadi, dan Desa Sungai Melayu Rayak, Kecamatan Sungai Melayu.

Berdasarkan aplikasi Lancang Kuning pada pukul 09.00 WIB, terpantau sejumlah hotspot menggunakan satelit SNPP dengan tingkat kepercayaan medium hingga high.

Informasi dari sistem pemantauan kemudian menjadi dasar bagi tim untuk bergerak menuju titik koordinat. Sebanyak tiga personel Polri, dua personel TNI, tim patroli karhutla PT BGA, dan warga setempat terlibat dalam pengecekan.

Tim menggunakan GPS berbasis Android, empat sepeda motor, dan satu kendaraan roda empat untuk menjangkau lokasi yang terindikasi memiliki titik panas.

Setibanya di sekitar titik koordinat, petugas menemukan sejumlah areal yang telah terbakar dan memiliki bekas kebakaran. Vegetasi di lokasi didominasi semak belukar, tanaman pakis, rumput ilalang, serta pohon sawit.

Petugas tidak hanya memastikan api telah padam. Kondisi lahan juga diperiksa untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api atau penjalaran ke areal di sekitarnya.

Penyekatan dilakukan pada batas lahan yang terbakar. Langkah tersebut menjadi penting karena tidak seluruh lokasi memiliki sumber air yang mudah dijangkau.

Cuaca saat pengecekan berlangsung cerah dan berangin. Kondisi tersebut membuat pengawasan tetap diperlukan meski tidak ditemukan api yang masih menyala.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan setiap informasi hotspot harus segera diverifikasi di lapangan. Menurutnya, pengecekan penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya sekaligus menentukan langkah penanganan.

“Setiap titik hotspot harus segera dilakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat dengan cepat meluas, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin kencang,” tegasnya.

Polres Ketapang bersama jajaran TNI, perusahaan, dan masyarakat akan melanjutkan patroli serta pemantauan di wilayah yang dinilai rawan karhutla.

Deteksi satelit memberikan petunjuk awal mengenai keberadaan titik panas. Namun, kondisi di lapangan tetap perlu diperiksa untuk memastikan apakah titik tersebut berkaitan dengan kebakaran dan bagaimana situasi sebenarnya.

Dalam kasus di Kecamatan Sungai Melayu, pengecekan menunjukkan adanya lahan yang telah terbakar. Petugas kemudian memastikan api padam dan melakukan penyekatan agar kebakaran tidak kembali menjalar.

Bagi masyarakat di wilayah rawan karhutla, respons terhadap informasi titik panas menjadi bagian penting dari pencegahan. Semakin cepat informasi diverifikasi dan kondisi lahan ditangani, semakin besar peluang mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Karhutla ketapang groundcheck hotspot patroli karhutla kebakaran lahan Lancang Kuning