Menyumpit hingga Gasing, Patih Jaga Pati Cup 2026 Hidupkan Tradisi dan Nasionalisme di Ketapang

Ahmad Sofi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:31 WIB
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, dan Forkopimda, mencoba menyumpit saat acara pembukaan Menyumpit Patih Jaga Pati Cup 2026, Sabtu (15/8).
(ISTIMEWA)
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, dan Forkopimda, mencoba menyumpit saat acara pembukaan Menyumpit Patih Jaga Pati Cup 2026, Sabtu (15/8). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Semangat melestarikan tradisi dan memperkuat rasa nasionalisme mewarnai pelaksanaan Kejuaraan Menyumpit Patih Jaga Pati 2026. Kejuaraan yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Anniversary Sanggar Kepatihan ini berlangsung mulai 15-17 Agustus.

‎Selain lomba menyumpit, kegiatan juga diramaikan dengan berbagai perlombaan tradisional dan hiburan, baik kategori individu maupun kelompok. Di antaranya lomba gasing, tarik tambang, panjat pinang, remi box, gaplek, catur, bola dangdut, karaoke, serta sejumlah perlombaan lainnya.

‎Ketua Panitia, Merlin Ayen, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mewariskan sekaligus mengenalkan tradisi kepada masyarakat.

Baca Juga: Bupati Ketapang Tutup Meriah Kejuaraan Menyumpit Patih Jaga Pati Cup 2025

‎“Ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tapi juga menjadi ruang pewarisan dan pengenalan tradisi bagi masyarakat yang harus kita jaga dan kita kembangkan,” katanya.

‎Menurutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai olahraga serta budaya daerah. Dia juga berharap Kejuaraan Patih Jaga Pati Cup dapat terus dilaksanakan dan ke depan menjadi salah satu agenda budaya yang mampu mempertemukan masyarakat sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap warisan daerah.

‎Sementara itu, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang juga Ketua Sanggar Kepatihan, mengatakan menyumpit merupakan bagian dari olahraga sekaligus budaya yang telah berkembang hingga tingkat internasional.

“Menyumpit ini olahraga dan budaya yang sudah diakui dan diselenggarakan sampai tingkat internasional,” kata Alex.

Baca Juga: Robo-Robo di Ketapang Kembali Digelar, Tradisi Melayu dan Silat Kutamare Tetap Dipertahankan

‎Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dia berharap semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air dapat terus dipupuk melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda.  Melalui Patih Jaga Pati Cup 2026, tradisi menyumpit tidak hanya dipertandingkan sebagai sebuah perlombaan, tetapi juga dihadirkan sebagai bagian dari identitas budaya yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (afi)

Editor : Miftakhair
kejuaraan permainan rakyat Cup ketapang tradisi