KETAPANG — Politeknik Negeri Ketapang (POLITAP) terus mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian di Kabupaten Ketapang. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Implementasi dan Pendampingan Teknologi IoT pada Sistem Akuaponik Terintegrasi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Air Kelompok Tani.”
Kegiatan yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 tersebut menyasar Kelompok Tani Putra Mandiri di Desa Tempurukan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Kegiatan melibatkan Jurusan Teknik Elektro dan Informatika POLITAP sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kegiatan diketuai oleh Novi Indah Pradasari, S.Kom., M.Kom. Selain memberikan pelatihan dan pendampingan, Tim PKM POLITAP juga menyerahkan tiga set sistem akuaponik kepada Kelompok Tani Putra Mandiri. Bantuan tersebut diharapkan menjadi sarana praktik sekaligus mendukung penerapan teknologi IoT dalam pengelolaan akuaponik secara berkelanjutan.
Baca Juga: BUMDes Tanjung Matan Didorong Naik Kelas, Politap Latih Literasi Keuangan dan Analisis Usaha
Melalui teknologi Internet of Things (IoT), pengelolaan sistem akuaponik diarahkan menjadi lebih terukur dan efisien. Teknologi ini memungkinkan proses pemantauan kondisi sistem dilakukan secara lebih efektif sehingga kelompok tani dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan tanaman dan ikan.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3KM) POLITAP, Muh. Anhar, S.T., M.T., mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat memanfaatkan perkembangan teknologi.
“Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki perguruan tinggi harus dapat memberikan manfaat dan solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berhenti pada pemberian pengetahuan, tetapi juga perlu diarahkan pada penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.
Baca Juga: Dosen Akuntansi Polnep Kenalkan Sakubijak ke Mahasiswa Malaysia Untuk Perkuat Kemandirian Finansial
Sementara itu, Koordinator Program Studi Teknologi Informasi POLITAP, Darmanto, S.Kom., M.Kom., menilai penerapan IoT di sektor pertanian memiliki peluang besar untuk meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas.
“Teknologi IoT memberikan peluang bagi kita untuk melakukan monitoring secara lebih efektif dan terukur,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam sistem akuaponik diharapkan dapat membantu kelompok tani memperoleh data dan informasi yang lebih baik dalam mengelola sistem budi daya. Dengan demikian, proses pengelolaan dapat dilakukan secara lebih tepat berdasarkan kondisi yang terpantau.
Baca Juga: Prodi Agroindustri Politap Berdayakan Warga Sukabaru: Kulit Udang Disulap Jadi Penyedap Rasa
Ketua Kelompok Tani Putra Mandiri, Susanto, menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan POLITAP. Menurutnya, pelatihan, pendampingan, serta bantuan tiga set sistem akuaponik memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi anggota kelompok tani.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan, pendampingan, dan bantuan tiga set akuaponik ini. Teknologi ini memberikan pengetahuan baru bagi kami untuk mengembangkan sistem akuaponik,” ujar Susanto.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah awal bagi Kelompok Tani Putra Mandiri untuk mengembangkan budi daya akuaponik dengan dukungan teknologi digital. Sistem akuaponik yang memadukan budi daya ikan dan tanaman dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu model pertanian yang lebih efisien dalam pemanfaatan air.
POLITAP berharap penerapan IoT dan dukungan sarana akuaponik tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam mengelola usaha budi daya, tetapi juga mendorong terbentuknya model pemanfaatan teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan secara mandiri.(ser/pms).
Editor : Hanif