Kejuaraan Menyumpit Patih Jaga Pati 2026 Meriah, Jadi Momentum Jaga Budaya Lokal dan Nasionalisme

Ahmad Sofi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:14 WIB
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyerahkan hadiah kepada para juara pada Kejuaraan Menyumpit, Senin (17/8). (ISTIMEWA)
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyerahkan hadiah kepada para juara pada Kejuaraan Menyumpit, Senin (17/8). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST- Kejuaraan Menyumpit Patih Jaga Pati 2026, berlangsung sukses. Kejuaraan tersebut ditutup langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, Senin (17/8) malam. Kejuaraan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus perayaan HUT ke-3 Sanggar Kepatihan ini berlangsung meriah.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Ketapang, Julvan Teruna, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kejuaraan menyumpit dan berbagai kegiatan yang diselenggarakan Sanggar Kepatihan.

"Olahraga masyarakat dan permainan tradisional memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Kejuaraan menyumpit bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga dan memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda," ungkap Julvan.

Baca Juga: Raymond Indra Tegaskan Isu Match Fixing Tak Ganggu Fokus Kejuaraan Dunia BWF

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, menanamkan rasa nasionalisme serta kecintaan terhadap tanah air.

Dia juga mengapresiasi keberadaan Sanggar Kepatihan yang selama tiga tahun telah menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, minat, seni dan budaya.

"Mari kita jaga persatuan dan persaudaraan. Termasuk juga menjaga dan merawat warisan budaya untuk anak cucu kita," ajak Alex yang juga Patih Jaga Pati.

Sementara itu, Ketua DPRD Ketapang, Achmad Sholeh, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Sanggar Kepatihan dalam melestarikan seni, budaya dan permainan tradisional di Ketapang. Menurutnya, keberadaan sanggar dan komunitas budaya memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk berkarya dan berprestasi.

Baca Juga: Bikin Bangga! Caesar Pelajar SMPN 10 Pontianak Menuju Kejuaraan Internasional Roket Air di Malaysia

"Pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Sanggar dan komunitas seperti Sanggar Kepatihan menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus," ujarnya.

Dia berharap momentum HUT ke-3 Sanggar Kepatihan dapat menjadi penyemangat untuk terus berkarya, berinovasi dan memberikan kontribusi bagi pembangunan kebudayaan di Kabupaten Ketapang.

"Selamat ulang tahun ke-3 Sanggar Kepatihan. Semoga semakin maju, semakin kreatif dan terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, seni dan budaya," ucapnya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga olahraga tradisional, seni dan budaya lokal Kabupaten Ketapang. (afi)

Editor : Miftakhair
MELESTARIKAN generasi muda kejuaraan budaya lokal ketapang