PONTIANAK POST – Tawa dan keceriaan anak-anak mewarnai perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Polres Ketapang bersama masyarakat. Beragam permainan rakyat menghadirkan suasana akrab sekaligus mempertemukan polisi, anak-anak, dan warga dalam kegembiraan.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan. Bagi anak-anak, perlombaan menjadi ruang bermain dan bersuka cita, sementara bagi masyarakat menjadi kesempatan mempererat hubungan dengan personel kepolisian.
Anak-Anak Larut dalam Permainan
Sejumlah perlombaan tradisional disiapkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya lomba makan kerupuk, joget rebutan kursi, memasukkan paku ke dalam botol, lomba sarung, dan estafet air.
Sorak-sorai peserta dan penonton terdengar sepanjang perlombaan. Anak-anak mengikuti permainan dengan penuh semangat, sementara warga dan personel Polri memberikan dukungan dari sisi arena.
Keceriaan itu menjadi gambaran sederhana bagaimana perayaan kemerdekaan dapat menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat. Permainan rakyat juga memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berinteraksi, bermain bersama, dan menikmati suasana perayaan tanpa sekat.
Bukan Sekadar Perlombaan
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Perlombaan juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan positif yang dapat mempererat persaudaraan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri bersama masyarakat dapat membangun kebersamaan dalam suasana yang penuh kegembiraan,” ujar Harris.
Menurut dia, permainan rakyat mengandung sejumlah nilai positif. Sportivitas, kekompakan, kerja sama, dan semangat pantang menyerah dapat dikenalkan melalui kegiatan sederhana tersebut.
Nilai-nilai itu diharapkan tidak berhenti di arena perlombaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat Ketapang.
Kegembiraan yang Mendekatkan
Antusiasme peserta membuat suasana perayaan berlangsung semarak. Dukungan dan tawa dari penonton membuat perlombaan tidak sekadar menjadi ajang mencari pemenang.
Bagi anak-anak, momen tersebut menjadi pengalaman bermain dan merayakan kemerdekaan bersama. Bagi masyarakat, kehadiran polisi dalam suasana santai menunjukkan kedekatan yang dibangun melalui interaksi langsung.
Polres Ketapang berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat. Semangat gotong royong dan kebersamaan diharapkan terus tumbuh setelah perayaan kemerdekaan berakhir.
Dengan hubungan yang semakin dekat, masyarakat dan Polri diharapkan dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Ketapang tetap aman, damai, dan kondusif.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro