PONTIANAK POST – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang dilakukan bersama-sama. Bupati Ketapang Alexander Wilyo hingga Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris turun langsung meninjau lokasi karhutla di Kecamatan Matan Hilir Selatan, Minggu (24/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan optimal. Di lokasi tersebut, sekitar empat hektare lahan dilaporkan terbakar.
Dalam peninjauan itu, Bupati Ketapang dan Kapolres Ketapang didampingi Ketua DPRD Ketapang Achmad Sholeh, Dandim 1203 Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib, Kepala BPBD Ketapang Yunifar Purwantoro, Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin serta jajaran Muspika Matan Hilir Selatan.
Mereka mengecek langsung kondisi lahan yang sebelumnya terbakar, termasuk area yang masih berpotensi memunculkan api.
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran susulan.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan unsur lainnya terus melakukan penanganan karhutla.
“Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan seluruh unsur terkait terus melakukan upaya penanganan karhutla,” ujar Alexander.
Menurutnya, pendinginan menjadi bagian penting setelah api dipadamkan agar tidak ada titik api yang kembali memicu kebakaran.
“Setelah api berhasil dipadamkan, proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat memicu kebakaran kembali,” katanya.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman.
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur, termasuk masyarakat.
“Penanganan karhutla harus dilakukan secara berkelanjutan, baik secara pencegahan maupun pemadaman,” ujar Muhammad Harris.
Ia juga mengapresiasi personel TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan dan masyarakat yang terlibat dalam pemadaman.
Dalam kunjungan tersebut, Forkopimda Ketapang juga menyerahkan bantuan makanan dan minuman kemasan kepada petugas yang masih melakukan penanganan di lapangan.
Dukungan itu diberikan sebagai bentuk perhatian kepada personel yang bekerja memadamkan dan mendinginkan lahan terbakar.
Kapolres Ketapang mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kita mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, dan apabila menemukan adanya titik api segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegasnya.