PONTIANAK POST - Ribuan warga Ketapang melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Kamis (27/8) pagi. Sholat ini sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon turunnya hujan. Pelaksanaan salat berlangsung di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Ketapang. Sudah dua bulan lebih hujan tak membasahi Tanah Kayong. Kebakaran hutan dan lahan pun terjadi di mana-mana.
Salah Istisqa diikuti oleh berbagai kalangan. Mulai dari pejabat hingga masyarakat umum. Di antaranya Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, Ketua DPRD Ketapang, Achmad Sholeh, jajaran Forkopimda, tokoh agama, jajaran kepala OPD, ASN, serta masyarakat.
"Salat Istisqa bukan hanya menjadi sarana untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi, memperbanyak istighfar, memperkuat kepedulian dan mendekatkan diri kepada Allah SWT," ucap KH. Muhammad Dudung Basuni mengenai hakikat Salat Istisqa dalam ceramah agamanya.
Baca Juga: Polda Kalbar Gelar Salat Istiska: Saat Edukasi dan Doa Berjalan Bersama Menghadapi Karhutla
Melalui doa dan ikhtiar tersebut, masyarakat Ketapang berharap hujan segera turun, memberikan kesejukan bagi bumi, mengurangi risiko kebakaran lahan, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
"Semoga Allah SWT mengabulkan doa dan ikhtiar masyarakat Kabupaten Ketapang serta segera menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan," harapnya. (afi)
Editor : Miftakhair