Bupati Ketapang Turun Padamkan Karhutla, Ikut Berjibaku Hadapi Panas dan Asap di Sungai Awan

Ahmad Sofi • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:46 WIB
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meninjau lokasi kebakaran lahan di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Rabu (26/8). (ISTIMEWA)
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meninjau lokasi kebakaran lahan di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Rabu (26/8). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meninjau lokasi kebakaran lahan di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Rabu (26/8). Selain itu, bupati juga ikut membantu tim untuk memadamkan api.

"Di lokasi Karhutla, panas tidak mengenal jabatan. Asap tidak membedakan pangkat. Semua berdiri dalam satu barisan dengan tujuan yang sama, yakni memadamkan api, mencegahnya meluas, serta melindungi masyarakat dan lingkungan Ketapang," lanjutnya.

Dia menambahkan, berbagai tantangan dihadapi oleh petugas di lapangan. Mulai dari panas menyengat, asap menyesakkan, tanah yang kering dan kondisi lapangan yang sulit sangat menguras tenaga.

Baca Juga: 30 Personel Brimob Dikerahkan Tangani Karhutla Singkawang, Sejumlah Hotspot Masih Terdeteksi

"Namun, para petugas dan relawan tetap bertahan. Mereka terus bergerak menyiram dan mencari titik-titik bara yang bersembunyi di balik asap, karena mereka tahu satu bara kecil yang dibiarkan dapat kembali menjadi api besar," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, bupati menyerahkan dukungan bagi para petugas dan relawan berupa susu murni, air minum elektrolit, vitamin C, dan air mineral. Bantuan tersebut diharapkan bisa menjaga stamina para petugas pemadam.

"Kehadiran saya bersama jajaran di lokasi karhutla hari ini bukan sekadar kunjungan lapangan. Ada pesan yang ingin disampaikan, ketika masyarakat menghadapi kesulitan, pemerintah harus hadir," ungkapnya.

Alex mengajak kepada seluruh masyarakat agar menjaga Ketapang bersama. Di antaranya tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. "Jangan menganggap kecil api yang kita nyalakan, karena kita tidak pernah tahu seberapa jauh dampaknya ketika api kehilangan kendali," pesannya. (afi)

Editor : Miftakhair
Karhutla ketapang Sungai Awan Kanan pemadaman karhutla Muara Pawan Alexander Wilyo