PONTIANAK POST - Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) menyalurkan bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, pada 9 Agustus 2026.
Bantuan tersebut terdiri atas 10 unit selang pemadam berukuran 1,5 inci dengan tekanan 13 bar dan panjang masing-masing 30 meter. Selang tersebut mendukung penggunaan pompa dorong untuk membantu menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses kendaraan pemadam kebakaran.
Selain peralatan pemadaman, WHW turut memberikan dukungan untuk kebutuhan petugas dan relawan di lapangan berupa 400 kaplet multivitamin, 500 kaplet suplemen penambah darah, 360 botol minuman isotonik, dan 330 kaleng susu murni steril. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala BPBD Ketapang, Yunifar Purwantoro.
Manager CSR, Ari Djanuar Prasetyo, mengatakan bantuan CSR tersebut merupakan bagian dari komitmen WHW untuk dapat berkontribusi dalam penanganan kondisi darurat di sekitar wilayah operasional perusahaan. "Kami berharap bantuan ini dapat mendukung pemerintah dan petugas di lapangan dalam menghadapi karhutla," ujar Ari.
Dukungan CSR WHW juga diperluas kepada masyarakat, khususnya di tengah kondisi Karhutla dan dampak asap. Pada 25-27 Agustus 2026, WHW menyalurkan masker kepada lima sekolah di wilayah Kendawangan, yaitu MTs Al-Hidayah Az-Zain, SDN 15 Kendawangan, SMPN 7 Kendawangan, SMAN 1 Kendawangan dan SMKN 1 Kendawangan.
Pembagian masker akan dilanjutkan ke sekolah-sekolah lain di wilayah Kendawangan untuk memperluas dukungan perlindungan kepada masyarakat sekolah.
Tidak hanya terkait karhutla, WHW juga merespons kebutuhan dasar masyarakat akibat kekeringan. Pada 28 Agustus 2026, WHW menyalurkan bantuan fasilitas air bersih bagi masyarakat Dusun Silingan, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan.
Baca Juga: Perhiptani Kalbar Dorong Petani Olah Lahan Tanpa Bakar untuk Cegah Karhutla
Bantuan tersebut berupa pembuatan sumur bor dan pembangunan reservoir yang dilengkapi dua unit toren air berkapasitas masing-masing 5 meter kubik.
Selain melalui program CSR, WHW mengambil peran aktif dalam penanganan Karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan. Sejak 23 Juli 2026, WHW menerapkan Siaga 1 Penanggulangan Karhutla dan mengerahkan tim gabungan yang terdiri atas Fire Brigade, Security, serta tim pendukung perusahaan.
Tim disiagakan selama 24 jam melalui sistem rotasi untuk melakukan pemantauan, pemadaman, pembasahan, pendinginan, dan penyekatan di area yang berpotensi terdampak kebakaran. Penanganan dilakukan menyusul munculnya kebakaran di area sekitar sisi selatan hingga timur perusahaan yang kemudian berkembang dan mendekati sejumlah area permukiman masyarakat.
Baca Juga: Hadapi Karhutla 2026, KPH Kayong Bersinergi dengan TNI-Polri, Masyarakat dan Perusahaan
WHW mengerahkan berbagai sarana dan prasarana, antara lain dua unit mobil pemadam kebakaran, dua unit mobil patroli Security, dua unit ekskavator, satu unit tangki air, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.
Pada kondisi tertentu, tim juga menerapkan metode re-wetting and cooling, penyekatan, serta mud mixing and extreme cooling isolation pada area gambut yang masih memiliki potensi bara api. Penanganan tersebut dilakukan untuk mendinginkan area, membatasi pergerakan api, sekaligus mengurangi potensi munculnya kembali titik api.
Dalam pelaksanaan penanganan karhutla, tim WHW juga merespons permintaan bantuan dari masyarakat ketika kebakaran mendekati permukiman. Pada 28 Juli 2026, Tim Damkar WHW bersama Security dan dukungan kendaraan tangki air merespons permintaan bantuan dari Manggala Agni Kecamatan Kendawangan dan masyarakat untuk melakukan pemadaman di Dusun Sungai Gantang.
Respons kembali dilakukan pada 7 Agustus 2026, ketika masyarakat Dusun Sungai Tengar meminta bantuan karena kebakaran lahan telah mendekati permukiman warga. Tim Damkar dan Security WHW kemudian diterjunkan untuk membantu pemadaman bersama tim pendukung dan masyarakat. Pada 8–10 Agustus 2026, tim WHW kembali melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik api yang muncul di area selatan, timur, dan utara perusahaan.
Perwakilan Manajemen WHW untuk penanganan karhutla, Manager Security PT WHW, Hendra Wattimena mengatakan bahwa perusahaan tidak hanya melakukan pemantauan dan penanganan di area operasional, tetapi juga merespons kebutuhan masyarakat ketika kebakaran mendekati permukiman.
"WHW juga merespons permintaan dari warga dan masyarakat yang membutuhkan bantuan pemadaman. Kami bersama Tim Damkar melakukan pemadaman dengan dibantu elemen masyarakat," ujar Hendra.
Kepala BPBD Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengapresiasi dukungan yang diberikan WHW dalam menghadapi kondisi karhutla di Ketapang.
"BPBD Ketapang menyampaikan apresiasi kepada PT WHW yang menjadi perusahaan pertama yang memberikan dukungan bantuan secara cepat kepada BPBD dalam menghadapi kondisi karhutla di wilayah Kabupaten Ketapang," ujar Yunifar.
Menurutnya, dukungan berupa peralatan pemadaman sangat membantu petugas dalam menjangkau lokasi yang memiliki keterbatasan akses kendaraan. Selain peralatan pemadaman, Yunifar mengapresiasi dukungan WHW terhadap kebutuhan petugas dan relawan di lapangan.
"Bagi kami, dukungan ini menunjukkan respons cepat dan kepedulian perusahaan terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat, sekaligus menjadi bentuk sinergi yang baik antara dunia usaha dan pemerintah daerah," ujarnya.
Yunifar juga mengapresiasi keterlibatan langsung WHW dalam membantu pemadaman kebakaran di sekitar wilayah masyarakat yang berdekatan dengan area operasional perusahaan. "Respons yang cepat dan sigap tersebut tentunya sangat membantu dalam mendukung upaya penanganan kebakaran di lapangan," tambahnya.
Kepala Desa Mekar Utama, Uti Hasbuna, mengapresiasi kepada Manajemen WHW atas kepedulian dan dukungan terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu penanganan kebakaran lahan di wilayah Desa Mekar Utama.
Bantuan peralatan pemadaman yang diberikan WHW sangat membantu masyarakat dalam menjangkau lokasi yang tidak dapat diakses kendaraan tangki. "Bantuan ini sangat membantu sekali dan sangat berarti untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan yang ada di Kendawangan, khususnya Desa Mekar Utama," ujar Uti Hasbuna. (*)
Editor : Hanif