PONTIANAK POST - Kepolisian Resor Ketapang menggelar Salat Istisqa di halaman Mapolres Ketapang, Sabtu (5/9), sebagai ikhtiar memohon hujan di tengah kemarau panjang dan kekeringan. Salat tersebut diikuti personel Polres Ketapang, TNI, jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang, serta masyarakat.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan Salat Istisqa digelar sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi kekeringan berangsur membaik. Kegiatan diawali zikir yang dipimpin Ustad KH. Muhammad Dudung Basuni. Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan Salat Istisqa dengan Dudung sebagai imam sekaligus khatib.
Dalam khutbahnya, Dudung mengatakan Salat Istisqa bukan hanya sarana memohon hujan, tetapi juga momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi, mengakui kesalahan dan dosa, serta meningkatkan ketakwaan.
Baca Juga: Kemarau Panjang, Kurniati Salurkan 8 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Banjar Serasan
“Salat Istisqa bukan semata-mata salat meminta hujan, namun merupakan media atau sarana bagi kita untuk mengakui dosa kepada Allah SWT,” katanya.
Dudung mengajak jamaah memperbanyak istighfar, memohon ampunan, dan meningkatkan ketakwaan sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pelaksanaan Salat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar bersama menghadapi kekeringan. Pemerintah dan berbagai pihak tetap melakukan penanganan teknis, sementara masyarakat diajak memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa dan muhasabah.
Pemkab Ketapang sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah menghadapi dampak kekeringan, termasuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di sejumlah wilayah terdampak. Masyarakat berharap hujan segera turun sehingga ketersediaan air kembali mencukupi dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal. (afi)
Editor : Miftakhair