Prabowo Minta Karhutla Ditangani, Orangutan Kalbar Juga Diselamatkan

Uray Ronald • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 16:51 WIB
Menhut Raja Juli Antoni (kanan) saat mengunjungi fasilitas Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Kalimantan Barat pada Rabu (9/9/2026). (ANTARA/Kemenhut)
Menhut Raja Juli Antoni (kanan) saat mengunjungi fasilitas Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Kalimantan Barat pada Rabu (9/9/2026). (ANTARA/Kemenhut)

 

PONTIANAK POST – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Presiden meminta penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga perlindungan masyarakat dan penyelamatan satwa liar yang terdampak.

Raja Juli mengatakan arahan tersebut diwujudkan melalui penguatan penanganan karhutla sekaligus penyelamatan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kalimantan Barat.

Prabowo Minta Karhutla Segera Dipadamkan

Raja Juli mengatakan Presiden Prabowo memiliki perhatian terhadap satwa liar, termasuk gajah dan orangutan.

"Pak Prabowo Subianto, secara personal beliau adalah pecinta satwa liar ya. Beberapa satwa liar yang dicintai itu gajah dan orangutan ya. Jadi beliau juga memerintahkan ya, kepada saya, untuk padamkan karhutlanya, segera mungkin," ujar Menhut, Rabu (9/9).

Pernyataan itu disampaikan setelah Raja Juli mengunjungi Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Kalimantan Barat.

Ia mengatakan arahan Presiden mencakup pemadaman karhutla serta penanganan dampaknya terhadap manusia dan satwa liar.

Baca Juga: Karhutla Ketapang Ancam Habitat Orangutan, Sembilan Satwa Diselamatkan dalam Sebulan

Masyarakat dan Satwa Jadi Perhatian

Selain pemadaman, Presiden Prabowo memberikan arahan terkait perlindungan masyarakat dari dampak karhutla.

Raja Juli menyebut penggunaan masker dan kesiapan fasilitas kesehatan perlu dipastikan selama terjadi dampak asap karhutla.

Sementara itu, penanganan satwa dilakukan melalui langkah penyelamatan terhadap satwa liar yang terdampak kebakaran dan asap.

Kemenhut bersama mitra juga memperkuat patroli dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menangani satwa liar, termasuk orangutan Kalimantan.

Warga Diminta Laporkan Orangutan Keluar Hutan

Raja Juli meminta masyarakat segera menghubungi nomor call center apabila menemukan orangutan keluar dari hutan atau masuk ke permukiman.

Laporan tersebut diperlukan agar proses penyelamatan dapat dilakukan oleh tim profesional. Menurut dia, orangutan yang berhasil diselamatkan perlu segera dilepasliarkan apabila lokasi yang aman telah teridentifikasi.

"Jadi secepat mungkin bisa kita lepasliarkan di tempat yang kita identifikasi aman ya. Ada beberapa sudah diidentifikasi beberapa tempat, namun juga harus diatur tidak semua berada di lokasi yang sama, terutama untuk jantan yang memang sangat teritorial ya," ujar Menhut.

Ia menekankan pelepasliaran perlu dilakukan sesegera mungkin agar orangutan tidak terlalu lama berada di kandang.

Langkah tersebut juga diperlukan untuk mempertahankan perilaku liar orangutan.

Baca Juga: Karhutla Ketapang Hanguskan Hutan, 3 Orangutan Dievakuasi

Penyelamatan Orangutan Diperkuat

Penanganan orangutan menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi dampak karhutla di Kalimantan.

Kemenhut sebelumnya menyatakan penguatan satgas penyelamatan satwa liar dilakukan melalui kolaborasi dengan BKSDA dan organisasi konservasi.

Di Kalimantan Barat, penanganan orangutan juga menjadi perhatian karena karhutla mengancam habitat dan dapat mendorong satwa keluar dari kawasan hutan.

Karena itu, masyarakat yang menemukan orangutan terdampak karhutla di sekitar permukiman diharapkan tidak melakukan penanganan sendiri.

Pelaporan kepada tim profesional menjadi langkah penting agar satwa dapat dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Prabowo karhutla orangutan Kalimantan Barat penyelamatan orangutan karhutla kalbar raja juli antoni